
MediaPari||www.Media-pari.com
Kabupaten Bekasi Rabu 07/10/2026.
CIBARUSAH – Pihak kontraktor pelaksana proyek pembangunan di SDN 01 Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, kini berada dalam sorotan tajam publik. Proyek bernilai miliaran rupiah yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi ini diduga kuat mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Lingkungan, hingga nyaris merenggut korban jiwa seorang siswa sekolah dasar pada Jumat siang sekitar pukul 14.07 WIB.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, proyek pengerjaan infrastruktur pendidikan Tahun Anggaran 2026 ini mengantongi nomor kontrol resmi 000.3.3/766/SPP/BN-DCKTR/2026. Proyek kakap ini menelan dana fantastis mencapai Rp 2.068.110.000,00 (Dua Miliar Enam Puluh Delapan Juta Seratus Sepuluh Ribu Rupiah) di bawah pengawasan dinas terkait, dengan target durasi pelaksanaan selama 104 hari kalender.
Akibat ketiadaan sekat steril ini, insiden menegangkan pun pecah. Saat kegiatan sekolah masih berjalan, salah seorang pekerja yang berada di dalam lubang dalam pengerjaan pondasi tiang utama melemparkan gundukan tanah padat bercampur batu ke arah atas. Di saat bersamaan, seorang siswa melintas tanpa tahu adanya bahaya. Bongkahan tanah keras tersebut jatuh hanya berjarak beberapa sentimeter di dekat kepala siswa, menyemburkan material tanah yang membuat korban mengalami syok psikologis berat dan menangis histeris.
“Sangat tidak masuk akal. Anggaran proyek ini nilainya dua miliar lebih dari APBD 2026, masa untuk beli pagar seng pengaman atau jaring pembatas saja tidak mampu? Apakah demi mengejar target batas waktu 104 hari kalender lalu keselamatan anak-anak kami dikorbankan? Dinas Cipta Karya atau Dinas Pendidikan harus turun tangan mem-blacklist kontraktor ceroboh ini,” cetus salah satu perwakilan wali murid dengan nada tinggi.
Saat di konfirmasi melalui whatsAap selaku mandor mengatakan ” iya bang betul belum dipasang belum ada bahan” ujar mandor singkat saat di konfirmasi via whatsAap, dikarnakan pihak mandor dan pengawas kegiatan proyek selalu tidak berada di SDN 01 wibawamulya, berdasar kan informasi di dapat di lokasi kegiatan Mandor hanya satu kegiatan Tiga lokasi Ujar salah satu pekerja asal Jawa Tengah yang enggan menyebut kan namanya

Begitu dengan pihak sekolah saat di konfirmasi terkait insiden tersebut, pak Yayan selaku guru staf SDN 01 wibawamulya menyampaikan” ya pak kita turut prihatin atas kejadian itu kita sudah adakan rapat dan koordinasi pada pihak kontraktor terkait agar di buat kan pengaman bagi para siswa dan siswi, karna anak anak kan belum begitu mengerti bahaya akan datang saya sendiri sudah menghimbau agar jangan bermain di saat jam sekolah di lokasi kegiatan proyek pembangunan sekolah” ujar pak Yayan pada awak media.
keterangan terkait alasan pengabaian pagar K3 ini. Publik dan para wali murid sekolah mendesak agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan/DCKTR) Kabupaten Bekasi segera menghentikan sementara proyek dengan nomor kontrol 000.3.3/766/SPP/BN-DCKTR/2026 tersebut untuk diaudit secara menyeluruh sebelum jatuh korban jiwa yang sebenarnya.(BHR)











