Menu

Mode Gelap
Selikuran Tradisional Desa Serang: Wujud Nyata Falsafah Hidup Orang Jawa yang Terjaga Longsor TPST Bantargebang, Korban  Empat  Meninggal dan Dua Selamat Proyek Strategis Pembangunan Jembatan dan Dinding Penahan Tanah di Cibarusah Memicu Tanda Tanya Setelah Audit Menemukan Selisih Volume Pekerjaan Ratusan Juta Rupiah. Bantuan,200 Unit Becak Listrik Prabowo Diserahkan. DPD PSI Kabupaten Bekasi Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil Untuk Warga Sekitar SKANDAL AIR NAU MEMBARA! Rekaman 23 Menit Diduga Bukti Intimidasi Brutal terhadap Jurnalis!

Beranda

Selikuran Tradisional Desa Serang: Wujud Nyata Falsafah Hidup Orang Jawa yang Terjaga

badge-check


					Selikuran Tradisional Desa Serang: Wujud Nyata Falsafah Hidup Orang Jawa yang Terjaga Perbesar

MediaPari||www.media-pari.com

Jawa Timur Selasa 10/03/2026

Kabupaten Blitar – Desa Serang Selikuran, tradisi budaya khas Desa Serang, tidak hanya sebagai aktivitas kolektif semata, melainkan juga menjadi cerminan mendalam dari falsafah hidup orang Jawa yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat lokal dan tetap terpelihara dengan baik dari generasi ke generasi terang Dwi Handoko Pawira kades Serang saat dikonfirmasi media (10/3)

Apa Itu Selikuran dan Hubungannya dengan Falsafah Jawa?
Selikuran adalah bentuk upacara kolektif yang dilakukan untuk menjaga keharmonisan dengan alam dan mempererat tali silaturahmi. Secara filosofis, tradisi ini meresapi nilai-nilai dasar falsafah orang Jawa, antara lain:
Rukun dan Rukunirahayu: Menekankan pada keharmonisan hidup bersama antarwarga, sesuai dengan konsep rukun (kesatuan) dan rukunirahayu (kebahagiaan dalam kesatuan) yang menjadi pondasi kehidupan bermasyarakat Jawa.

Pelaksanaan Selikuran yang melibatkan seluruh warga tanpa memandang status sosial mencerminkan prinsip ini jelas sesepuh desa Serang,
Sungkeman dan Krama: Sikap penghormatan kepada leluhur dan figur yang lebih tua tercermin dalam bagian ritual yang menghormati nenek moyang, serta dalam tata krama yang berlaku selama pelaksanaan upacara.

Hal ini sejalan dengan falsafah Jawa yang menjunjung tinggi sopan santun dan rasa hormat.
Keseimbangan Alam dan Manusia: Konsep tri hita karana (hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, serta manusia dengan alam) menjadi inti makna Selikuran. Ritual pembersihan lingkungan dan doa untuk kesuburan tanah merupakan bentuk nyata dari upaya menjaga keseimbangan tersebut.

Gotong Royong sebagai Nilai Dasar: Kegiatan persiapan hingga pembagian makanan khas dalam Selikuran mencerminkan prinsip gotong royong yang tidak hanya sebagai aktivitas kerja sama, melainkan juga sebagai bagian dari falsafah hidup yang mengajarkan bahwa kebaikan diperoleh melalui kerja sama kolektif.

Makna Mendalam dalam Kehidupan Masyarakat
Falsafah yang terkandung dalam Selikuran menjadi panduan hidup masyarakat Desa Serang, menjadikan tradisi ini bukan hanya acara tahunan, melainkan juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Melalui Selikuran, masyarakat belajar bahwa kehidupan yang sejahtera tidak hanya bergantung pada kemakmuran materi, tetapi juga pada keharmonisan dalam hubungan dan keseimbangan dengan alam sekitar.

Upaya Pelestarian Falsafah Melalui Tradisi
Masyarakat Desa Serang aktif melestarikan tidak hanya bentuk tradisi Selikuran, tetapi juga makna filosofis di baliknya. Anak muda diajak memahami setiap unsur ritual beserta maknanya, sehingga falsafah Jawa yang terkandung di dalamnya tidak tergerus oleh zaman. Pihak desa juga bekerja sama dengan akademisi untuk mendokumentasikan dan mengkaji nilai-nilai filosofis Selikuran sebagai bagian dari warisan budaya Jawa yang perlu dilestarikan

 

(feze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Longsor TPST Bantargebang, Korban  Empat  Meninggal dan Dua Selamat

9 Maret 2026 - 20:06 WIB

Longsor TPST Bantargebang, Korban  Empat  Meninggal dan Dua Selamat

Proyek Strategis Pembangunan Jembatan dan Dinding Penahan Tanah di Cibarusah Memicu Tanda Tanya Setelah Audit Menemukan Selisih Volume Pekerjaan Ratusan Juta Rupiah.

8 Maret 2026 - 21:45 WIB

Proyek Strategis Pembangunan Jembatan dan Dinding Penahan Tanah di Cibarusah Memicu Tanda Tanya Setelah Audit Menemukan Selisih Volume Pekerjaan Ratusan Juta Rupiah.

Bantuan,200 Unit Becak Listrik Prabowo Diserahkan.

8 Maret 2026 - 02:40 WIB

Bantuan,200 Unit Becak Listrik Prabowo Diserahkan.

DPD PSI Kabupaten Bekasi Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil Untuk Warga Sekitar

7 Maret 2026 - 20:40 WIB

DPD PSI Kabupaten Bekasi Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil Untuk Warga Sekitar

SKANDAL AIR NAU MEMBARA! Rekaman 23 Menit Diduga Bukti Intimidasi Brutal terhadap Jurnalis!

5 Maret 2026 - 09:06 WIB

SKANDAL AIR NAU MEMBARA! Rekaman 23 Menit Diduga Bukti Intimidasi Brutal terhadap Jurnalis!
Trending di Beranda