Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa? MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

Beranda

LSM KCBI Bongkar Sikap Boby Agus Rahman Anggota DPRD PKB: Arogan, Anti Kritik, dan Hindari Dialog

badge-check

LSM KCBI Bongkar Sikap Boby Agus Rahman Anggota DPRD PKB: Arogan, Anti Kritik, dan Hindari Dialog Perbesar

Media Pari||www.media-pari.com

Kabupaten Bekasi Kamis 11/09/2024

Dugaan arogansi kembali menyeret nama anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Kali ini, sorotan tajam diarahkan kepada Boby Agus Rahman, anggota Komisi IV DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang dituding bersikap tidak kooperatif dan menghindar dari klarifikasi terkait insiden di SDN Sindangmulya 04, Kecamatan Cibarusa.

Ketua Umum LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI), Joel Barus Simbolon, S.Kom, melalui keterangan resmi, menegaskan bahwa pihaknya telah beritikad baik mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bekasi pada Rabu (10/9/2025). Namun, kedatangan rombongan KCBI justru tak digubris. Alih-alih menemui perwakilan masyarakat sipil, Boby Agus Rahman disebut tidak berada di tempat dan enggan memberi keterangan resmi.

“Ini bentuk pelecehan terhadap peran masyarakat sipil. Seorang wakil rakyat seharusnya terbuka untuk berdialog, bukan malah bersembunyi ketika dikritisi,” tegas Joel Barus Simbolon.

Insiden ini memperkuat dugaan adanya pola pengabaian suara rakyat di tubuh DPRD Kabupaten Bekasi. KCBI menilai perilaku Boby Agus Rahman mencerminkan mental arogan yang bertolak belakang dengan semangat transparansi dan akuntabilitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pejabat publik.

Joel menegaskan, LSM KCBI menuntut agar pimpinan DPRD mengambil sikap tegas atas perilaku anggotanya yang dianggap merusak citra lembaga legislatif. Selain itu, KCBI juga membuka opsi melaporkan kasus ini ke Badan Kehormatan Dewan (BKD) agar dilakukan evaluasi menyeluruh.

Publik kini menanti sejauh mana DPRD Kabupaten Bekasi berani bersikap atas dugaan arogansi ini, atau justru kembali menutup mata terhadap perilaku anggotanya sendiri.

 

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa?

1 September 2026 - 01:13 WIB

MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT

31 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Trending di Beranda