MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru

Beranda

MBG Tanpa IPAL, Kades Ke Wartawan “Sentil Aja Pak” — Teguran atau Bentuk Ketidakberdayaan?

badge-check

MBG Tanpa IPAL, Kades Ke Wartawan “Sentil Aja Pak” — Teguran atau Bentuk Ketidakberdayaan? Perbesar

MediaPari||www.media-pari.com

Kabupaten Bekasi Rabu 25/02/2026

JAYAMULYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membawa kesehatan, justru menyisakan ironi di Desa Jayamulya. Sebuah dapur produksi massal untuk program tersebut ditemukan beroperasi tanpa mengantongi izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Temuan ini diungkap oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) KCBI melalui hasil investigasi lapangan yang memicu kekhawatiran akan pencemaran lingkungan akut.

Berdasarkan hasil investigasi tersebut, aktivitas dapur skala besar ini membuang limbah operasionalnya begitu saja tanpa proses filtrasi yang memadai. Hal ini dinilai kontradiktif dengan esensi program “Bergizi” yang seharusnya menjunjung tinggi standar higienitas dan kesehatan lingkungan.

*Respons Kepala Desa*

Kepala Desa Jayamulya, Asep, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (24/2/2026), mengakui adanya masalah serius tersebut. Ia menyatakan telah melakukan pemanggilan terhadap pihak pengelola dapur.

“Saya sudah investigasi dan sudah dipanggil semua untuk dimusyawarahkan. IPAL itu perlu, jangan sampai mencemari lingkungan. Sejak awal sudah saya tekankan ke pemilik dapurnya,” ujar Asep.

Namun, pernyataan Asep menyiratkan adanya keraguan dalam mengambil tindakan ekstrim. Di satu sisi, ia menyadari pelanggaran aturan, namun di sisi lain, ia mempertimbangkan nasib warga sekitar yang bekerja di dapur tersebut serta keterlibatan kader posyandu dalam distribusi.

“Saya bisa hentikan, cuma di satu sisi ada warga saya juga yang bekerja di situ. Tapi kalau soal izin, sudah kita tegaskan ke owner dapurnya untuk segera diurus,” lanjutnya.

*”Sentil Saja Pak”*

Yang menarik, Asep seolah memberikan lampu hijau bagi pihak luar atau media untuk terus menekan pemilik dapur agar patuh pada aturan lingkungan hidup. “Dan kalau memang tidak ada IPAL-nya, disentil saja pak,” cetusnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak desa tidak ingin dituding melakukan pembiaran terhadap pelanggaran ini. Menurutnya, jika tetap tidak ada tindakan dari pemilik dapur, maka persepsi publik mengenai pembiaran oleh aparat desa akan menjadi kenyataan.

“Pastinya, secara perspektif kalau tidak ada tindakan pasti (dianggap) pembiaran. Kita sudah mengingatkan si owner agar urus IPAL-nya,” tegas Asep.

Publik Menanti Ketegasan kepala desa Jayamulya
atau justru dapur tersebut akan terus mengepul di atas potensi kerusakan lingkungan Desa Jayamulya.

 

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT

31 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

29 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Trending di Beranda