MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru

Beranda

Warga Gunung Gede Keluhkan Limbah Kohe Cemari Aliran Sungai.

badge-check

Warga Gunung Gede Keluhkan Limbah Kohe Cemari Aliran Sungai. Perbesar

 

MediaPari||www.media-pari.com

Jaw Timur Jumat 27/03/2026

Kabupaten Blitar WONOTIRTO, Warga Desa Gununggede mengangkat suara terkait kondisi sungai yang tercemar limbah dari peternakan sapi perah PT. Karya Suci Putra Sejahtera (KSPP).

Masalah ini menjadi perhatian serius setelah limbah meluap ke aliran sungai dan berdampak pada lingkungan serta aktivitas masyarakat sekitar.

Dalam koordinasi dan mediasi yang dilakukan pada Rabu (4/2/2026) di Pendopo Kecamatan Wonotirto, perwakilan masyarakat menyampaikan keluhan terkait pencemaran tersebut. “Kondisi sungai yang tercemar ini sangat meresahkan bagi kami warga. Selain membuat air menjadi tidak bersih, juga berpotensi menyebabkan masalah kesehatan dan mengganggu aktivitas sehari-hari seperti mencuci serta kebutuhan air lainnya,” ujar Pak Ji Sambigede, salah satu perwakilan warga yang turut menyampaikan keluhan.
Menurut Pak Ji, keluhan ini sudah tidak bisa diabaikan lagi karena dampaknya mulai terasa oleh sebagian warga. “Kami berharap ada solusi konkret agar masalah ini tidak berlanjut dan sungai bisa kembali bersih serta aman untuk digunakan,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak PT. KSPP dan perwakilan masyarakat telah menyepakati beberapa langkah penanganan, antara lain membersihkan sungai mulai satu minggu setelah kesepakatan, membangun tembok pembatas/DAM dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, serta membuat sumur bor komunal beserta tanggannya yang akan dioperasikan sesuai kesepakatan bersama.

 

 

(Feze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT

31 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

29 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Trending di Beranda