MediaPari||www media-pari.com
Kabupaten Bekasi Selasa 21/07/2026.
BEKASI — Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa (UPB) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, resmi meluncurkan program digitalisasi ekonomi lokal.

Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Supartono, fokus utama pengabdian masyarakat kali ini adalah mempercepat adopsi sistem pembayaran nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi para pelaku UMKM setempat.
Program yang berlangsung sejak 20 Juli 2026 ini dirancang untuk memodernisasi sektor perdagangan desa agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
Pendampingan Langsung oleh Dosen dan MahasiswaSupartono selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UPB menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk membawa perubahan nyata di masyarakat. Melalui proker QRIS ini, mahasiswa tidak hanya memberikan teori, tetapi turun langsung secara door-to-door ke warung kelontong dan pelaku usaha rumahan di Desa Sirnajaya. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap pelaku usaha memahami cara kerja dan manfaat keamanan dari transaksi digital.
Kemudahan Transaksi dan Manajemen Keuangan
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UPB memfasilitasi pembuatan QRIS gratis dengan memanfaatkan platform GoPay Merchant. Selain membantu proses pendaftaran administrasi, para mahasiswa juga melatih warga cara mengoperasikan aplikasi tersebut.
Melalui ponsel masing-masing, pedagang kini bisa memantau riwayat transaksi masuk secara real-time, sehingga pencatatan keuangan usaha menjadi lebih rapi, transparan, dan otomatis.Dampak Positif Bagi Ekonomi DesaKehadiran program kerja ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Sirnajaya. Integrasi QRIS dinilai memberikan solusi praktis bagi konsumen yang gemar bertransaksi nontunai, sekaligus meminimalisasi risiko peredaran uang palsu. Sinergi antara mahasiswa, pelaku usaha, dan arahan dari DPL Supartono diharapkan mampu membangun fondasi ekonomi digital yang berkelanjutan demi kesejahteraan jangka panjang masyarakat desa.
[BHR]











