Media Pari||www.media-pari.com
Jawa Timur Kamis 16/10/2025.

Kabupaten Blitar,Dewan pimpinan daerah forum bela negara kabupaten Blitar Windarko, S.T dan sekretaris serta rombongan berkunjung silahturahmi ke Bakesbangpol kabupaten Blitar diterima oleh kepala Bakesbangpol kabupaten Blitar Suhendro Winarso (15/10)
Jelas Windarko, S.T pada media-pari.com(16/10)
bela negara di era digital memiliki peran krusial dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Namun, ada beberapa hal yang dapat mencederai upaya bela negara di era ini yang sering kita temukan dan lihat di media sosial seperti
Penyebaran hoaks dan disinformasi, Informasi palsu yang sengaja disebarkan dapat memecah belah persatuan, menimbulkan keresahan, dan mengganggu stabilitas nasional.
Serangan siber: Serangan terhadap infrastruktur penting negara, seperti sistem keuangan, energi, dan komunikasi, dapat melumpuhkan aktivitas vital dan mengancam keamanan nasional.
Propaganda radikal dan terorisme: Kelompok radikal dan teroris menggunakan platform digital untuk menyebarkan ideologi mereka, merekrut anggota baru, dan merencanakan serangan.
Peretasan dan pencurian data: Peretasan data pribadi dan informasi rahasia negara dapat digunakan untuk tujuan kriminal, spionase, atau sabotase.
Ujaran kebencian dan polarisasi: Komentar negatif dan rasis yang ditujukan untuk individu atau kelompok tertentu dapat memicu konflik sosial dan mengancam persatuan bangsa.
Budaya asing yang tidak sesuai: Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dapat menggerus identitas nasional dan merusak moral generasi muda.
Untuk mencegah hal-hal tersebut mencederai bela negara di era digital, diperlukan upaya bersama dari seluruh komponen bangsa, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Menurut Ketua DPD-FBN,beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan
Meningkatkan literasi digital: Masyarakat perlu diedukasi tentang cara menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab, serta mampu membedakan antara informasi yang benar dan salah.
Memperkuat keamanan siber: Pemerintah dan sektor swasta perlu meningkatkan sistem pertahanan siber untuk melindungi infrastruktur penting negara dari serangan siber.
Menindak tegas pelaku kejahatan siber: Aparat penegak hukum harus menindak tegas pelaku penyebaran hoaks, ujaran kebencian, peretasan, dan kejahatan siber lainnya.
Memajukan konten positif: Masyarakat perlu didorong untuk membuat dan menyebarkan konten positif yang membangun karakter bangsa, mempromosikan nilai-nilai luhur, dan mempererat persatuan.
(Feze)









