
Media Pari||www.media-pari.com
KAB. BEKASI Rabu 03/12/2025.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mempercepat program penanggulangan banjir melalui normalisasi saluran irigasi, sungai, serta pembangunan jaringan tersier di sejumlah wilayah. Upaya ini dilakukan dengan pengerahan alat berat seperti ekskavator guna mengeruk endapan yang menyebabkan pendangkalan aliran.
Normalisasi Sungai dan Irigasi Dipercepat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan aliran air di kawasan rawan banjir dapat kembali lancar menjelang puncak musim hujan. Pengerukan dilakukan di beberapa titik prioritas, termasuk bantaran Sungai Citarum, untuk meminimalkan potensi luapan ke kawasan permukiman.
Program tersebut dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemerintah kabupaten/kota dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Selain pengerukan, sejumlah jembatan yang menghambat aliran sungai turut dibongkar sebagai bagian dari penataan ulang infrastruktur air.
Inisiatif Tambahan hingga Tahun 2026
KDM juga menyiapkan desain jembatan melengkung yang mulai diterapkan pada 2026 untuk mencegah penyumbatan sampah dan material kiriman. Di sisi lain, upaya modifikasi cuaca direncanakan guna mengalihkan hujan ke area perairan, termasuk laut dan Waduk Jatiluhur.
Langkah penyempurnaan tata ruang juga dilakukan melalui penertiban sertifikat tanah di bantaran sungai, program reboisasi, serta pembangunan rumah panggung di wilayah rawan banjir seperti Karawang.
Pekerjaan di Kabupaten Bekasi Berjalan
Pemantauan mediapari.com pada Rabu (3/12/2025) menunjukkan kegiatan normalisasi juga berlangsung di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Sepanjang saluran irigasi di wilayah tersebut tampak tengah dikeruk dan ditata ulang. Beberapa bagian pekerjaan telah rampung, sementara sebagian lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Langkah terintegrasi ini diharapkan mampu memperbaiki sistem pengairan, mengurangi risiko banjir, dan memperkuat ketahanan wilayah menghadapi cuaca ekstrem.
(Dedy S)









