Menu

Mode Gelap
Perkara Perdata Ahli Waris Afrida Terus Bergulir di Pengadilan Negeri Pekanbaru Belum Ada Permintaan Maaf Resmi Rektor, IWO Indonesia Instruksikan Aksi Lanjutan Nasional di UNSIKA MBG Tanpa IPAL, Kades Ke Wartawan “Sentil Aja Pak” — Teguran atau Bentuk Ketidakberdayaan? Dapur MBG Jayamulya Tanpa IPAL, Izin Dipertanyakan,  Siapa ???  yang Meloloskan Operasional Dapur di Jayamulya.!!! Alergi Wartawan, Oknum Guru P3K SDN 03 Kedung Waringin Terancam Pidana UU Pers! Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat dalam Sengketa Tanah di Bogor, Warga Desak Profesionalisme Polri

Beranda

Jepang Salah Satu Negara Dengan Budaya Literasi Terbaik Di Dunia.

badge-check


					Jepang Salah Satu Negara Dengan Budaya Literasi Terbaik Di Dunia. Perbesar

Media Pari ||www.media-pari.com

Kabupaten Blitar Sabtu 11/10/2025

LPK Hikarisumut Cabang Blitar yang berada di Desa Karanggondang Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar,telah mendorong tumbuh kembangnya literasi edukasi kepada calon pekerja migran Indonesia (cpmi) yang ikut pelatihan belajar bahasa Jepang,selain mempelajari bahasa jepang siswa juga diperkenankan Budaya negara jepang terang Muhamad A R Manager Konsultan lpk Hikarisumut cabang Blitar pada media-pari.com,Sabtu(11/10)

Menurutnya,
budaya membaca di Jepang, tercermin dan
mencerminkan tingginya literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ilmu pengetahuan.

Tidak heran jika Jepang memiliki tingkat literasi yang hampir sempurna, yaitu 99%, berdasarkan data Worldatlas 2018. Negara ini berada di peringkat keenam(6) dunia, mengalahkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

Pemerintah Jepang mendukung budaya membaca melalui sistem pendidikan. Program membaca 10 menit sebelum pelajaran di sekolah telah berjalan lebih dari 30 tahun dan terbukti efektif. Pada tahun 2020, Jepang memiliki 3.106 perpustakaan umum dengan fasilitas lengkap, termasuk 62 perpustakaan prefektur dan 2.433 perpustakaan kota. Perpustakaan besar seperti Tokyo Metropolitan Central Library mencatat peminjaman lebih dari 100 juta buku per tahun, tertinggi di dunia.

Sejarah literasi Jepang dimulai sejak era Restorasi Meiji (abad ke-19) dengan kampanye pemberantasan buta huruf. Pada tahun 1913, Jepang menjadi salah satu produsen buku terbesar di dunia, bahkan melampaui Amerika Serikat. Pemerintah Jepang terus melakukan pembangunan sekolah berkualitas dan pemberian fasilitas buku gratis untuk meningkatkan literasi masyarakat.

Tingginya literasi Jepang juga dipengaruhi oleh cepatnya penerjemahan buku asing ke bahasa Jepang. Buku-buku baru sering tersedia hanya beberapa minggu setelah terbit di negara asalnya. Langkah ini memperluas akses masyarakat terhadap literatur internasional, meskipun mayoritas penduduk Jepang kurang fasih berbahasa asing.

Kebiasaan membaca orang-orang Jepang terlihat jelas di ruang publik seperti transportasi umum, di mana masyarakat membawa buku berukuran kecil yang mudah dibawa. Selain itu, terdapat kebiasaan unik seperti “tachiyomi”, yaitu membaca sambil berdiri di toko buku yang menunjukkan tingginya minat baca. Meskipun tampak merugikan, toko buku justru diuntungkan karena pengunjung sering kembali untuk membeli buku lain.

Budaya membaca di Jepang tidak hanya meningkatkan kualitas perorangan, tetapi juga mendorong inovasi nasional. Studi OECD menunjukkan kemampuan literasi orang Jepang usia 25-34 tahun lulusan SMA lebih tinggi dibanding lulusan universitas di Italia dan Spanyol. Kombinasi pendidikan, infrastruktur literasi, dan kebiasaan membaca yang kuat menjadikan Jepang sebagai salah satu negara dengan budaya literasi terbaik di dunia.

 

(Feze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkara Perdata Ahli Waris Afrida Terus Bergulir di Pengadilan Negeri Pekanbaru

27 Februari 2026 - 18:28 WIB

Perkara Perdata Ahli Waris Afrida Terus Bergulir di Pengadilan Negeri Pekanbaru

Belum Ada Permintaan Maaf Resmi Rektor, IWO Indonesia Instruksikan Aksi Lanjutan Nasional di UNSIKA

26 Februari 2026 - 09:05 WIB

Belum Ada Permintaan Maaf Resmi Rektor, IWO Indonesia Instruksikan Aksi Lanjutan Nasional di UNSIKA

MBG Tanpa IPAL, Kades Ke Wartawan “Sentil Aja Pak” — Teguran atau Bentuk Ketidakberdayaan?

25 Februari 2026 - 18:52 WIB

MBG Tanpa IPAL, Kades Ke Wartawan “Sentil Aja Pak” — Teguran atau Bentuk Ketidakberdayaan?

Dapur MBG Jayamulya Tanpa IPAL, Izin Dipertanyakan,  Siapa ???  yang Meloloskan Operasional Dapur di Jayamulya.!!!

25 Februari 2026 - 08:25 WIB

Dapur MBG Jayamulya Tanpa IPAL, Izin Dipertanyakan,  Siapa ???  yang Meloloskan Operasional Dapur di Jayamulya.!!!

Alergi Wartawan, Oknum Guru P3K SDN 03 Kedung Waringin Terancam Pidana UU Pers!

25 Februari 2026 - 08:18 WIB

Alergi Wartawan, Oknum Guru P3K SDN 03 Kedung Waringin Terancam Pidana UU Pers!
Trending di Beranda