MediaPari||www.media-pari.com
Sumatera Barat Kamis 01/01/2026

PASAMAN BARAT — Ketua Umum LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI), Joel Barus Simbolon, melontarkan pernyataan keras terkait maraknya aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di Kabupaten Pasaman Barat yang hingga kini tak tersentuh penegakan hukum. Ia menegaskan, KCBI tengah menyiapkan langkah investigatif untuk membongkar sindikat dan aktor kuat yang diduga berada di balik pembiaran kejahatan lingkungan tersebut.
“Pertanyaannya sederhana tapi sangat serius: siapa sebenarnya yang berada di belakang tambang emas ilegal Pasaman Barat, sampai-sampai hukum seperti tidak berfungsi?” tegas Joel Barus Simbolon.
Kejahatan Terang-Terangan,
Hukum Dipertanyakan
Menurut Joel, aktivitas tambang emas ilegal di Pasaman Barat berlangsung secara terang-terangan, menggunakan alat berat ekskavator, merusak lingkungan dalam skala besar, namun tidak diikuti tindakan tegas aparat penegak hukum (APH).
“Kerusakan lingkungan terjadi di depan mata. Sungai tercemar, hutan dirusak, tanah ulayat hancur. Tapi anehnya, APH seperti buta mata dan tuli telinga,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut bukan lagi sekadar kelalaian, melainkan indikasi kuat adanya pembiaran yang sistematis, sehingga para bos tambang bebas beroperasi tanpa rasa takut.
Dugaan Kuat: Ada Kekuatan yang Menutup Mulut Aparat
Joel Barus Simbolon secara terbuka menyampaikan dugaan keras bahwa bos-bos tambang emas ilegal memiliki kekuatan besar, termasuk kemampuan untuk “menutup mulut” aparat, sehingga proses hukum tidak pernah menyentuh aktor utama.
“Tidak masuk akal jika kejahatan sebesar ini tidak diketahui aparat. Kalau tahu tapi tidak bertindak, publik wajar menduga: ada kekuatan uang, ada relasi, ada sindikat yang bermain,” katanya.
Ia menegaskan, KCBI tidak akan berhenti pada kecaman, melainkan akan mengumpulkan data lapangan, saksi, serta jejak aktivitas tambang untuk membuka siapa saja pihak-pihak yang diduga terlibat, baik pemodal, pengendali lapangan, maupun oknum yang berpotensi membekingi.
Negara Tidak Boleh Kalah oleh Mafia Tambang
Joel menilai maraknya PETI yang kebal hukum merupakan ancaman serius terhadap wibawa negara dan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Kalau mafia tambang bisa bebas merusak lingkungan dan menertawakan hukum, maka yang kalah bukan hanya alam, tapi negara itu sendiri,” tegasnya.
Ia mendesak agar Mabes Polri, Polda Sumatera Barat, Gakkum KLHK, dan KPK turun tangan melakukan penyelidikan independen dan menyeluruh, termasuk menelusuri dugaan aliran uang di balik aktivitas PETI Pasaman Barat.
KCBI Siap Buka ke Publik
Joel memastikan LSM KCBI siap membuka temuan-temuan investigasi ke publik dan menyerahkannya kepada aparat penegak hukum di tingkat pusat.
“Kami tidak gentar. Kebenaran harus dibuka, siapa pun yang terlibat, sekecil atau sebesar apa pun jabatannya,” pungkasnya.
Hak Jawab Terbuka
Hingga berita ini diterbitkan, pihak aparat penegak hukum terkait belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Ketua Umum LSM KCBI tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai Undang-Undang Pers.
Kasus tambang emas ilegal Pasaman Barat kini menjadi ujian serius bagi negara: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru tunduk di bawah kekuasaan mafia tambang.
(Red)









