MediaPari||www.media-pari.com

PANDEGLANG, BANTEN — Pondok Pesantren Al-Munawar yang berlokasi di Kampung Cengkel, Desa Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, terus menjalankan perannya dalam mendidik generasi muda melalui pendidikan agama Islam serta pembelajaran keterampilan di bidang pertanian dan peternakan.
Berdiri sejak tahun 1990, Pesantren Al-Munawar dipimpin oleh KH. Humaidi, dengan Ustadz Miftahudin sebagai pengurus pesantren. Hingga saat ini, pesantren tersebut memiliki sekitar 50 santri dan santriwati yang mengikuti berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Dalam kegiatan sehari-hari, para santri mendapatkan pendidikan agama Islam melalui pengajian kitab sebagai salah satu kegiatan utama. Pembelajaran ini menjadi bagian dari upaya membekali santri dengan pengetahuan keislaman, pemahaman agama, serta nilai-nilai akhlak yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain berfokus pada pendidikan agama, Pesantren Al-Munawar juga memberikan pembelajaran mengenai pertanian dan peternakan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pendidikan keterampilan yang diharapkan dapat menambah wawasan dan kemampuan santri dalam mengelola potensi sumber daya alam.
Melalui pembelajaran tersebut, para santri tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga diperkenalkan pada keterampilan praktis yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Pengetahuan di bidang pertanian dan peternakan diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka ketika terjun ke tengah masyarakat.
Keberadaan Pesantren Al-Munawar sejak 1990 menjadi bagian dari perjalanan pendidikan keagamaan di lingkungan Kampung Cengkel, Desa Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Dengan pembinaan yang menggabungkan pengajian kitab dan keterampilan praktis, pesantren ini menjalankan pendidikan yang mencakup aspek keagamaan sekaligus kecakapan hidup.
Di bawah kepemimpinan KH. Humaidi dan pengurus Ustadz Miftahudin, Pesantren Al-Munawar terus menjadi tempat bagi para santri dan santriwati untuk menuntut ilmu, memperdalam pemahaman agama, serta mengenal keterampilan pertanian dan peternakan sebagai bagian dari bekal masa depan.(Tim/Red)










