MediaPari||www.media-pari.com
JAKARTA – Nama Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Nazali Lempo, S.H., M.H. kian santer disebut sebagai kandidat kuat Jaksa Agung Republik Indonesia. Selain dikenal tegas selama berdinas di militer, rekam jejak beliau dalam dunia hukum sipil dan organisasi masyarakat pasca-pensiun menjadi poin utama yang diusung oleh praktisi hukum, Prof. Dr. M. Aslam Fadli.

Dalam rilis persnya, Kamis (7/8/2026), Aslam Fadli menilai bahwa kepemimpinan Kejaksaan saat ini membutuhkan figur yang tidak hanya memahami aspek normatif hukum, tetapi juga memiliki kedalaman pengalaman dari berbagai perspektif penegakan hukum.
“Kejaksaan membutuhkan pemimpin yang berani. Namun, keberanian itu harus didukung oleh pemahaman yang komprehensif. Pengalaman Nazali Lempo tidak berhenti setelah ia meninggalkan seragam TNI,” ujar Aslam.
Aktif di Organisasi Hukum dan Sosial
Pasca memasuki masa purnawirawan, Nazali Lempo tercatat sangat aktif dalam membangun ekosistem hukum yang sehat di masyarakat. Beliau kini menjabat sebagai:
* Ketua Umum organisasi kemasyarakatan Sumatera.
* Dewan Pembina Organisasi Advokat PERADI Profesional.
* Dewan Pembina Organisasi Pengacara Integratif dan Profesional.
* Pembina CLPKNEWS, LBH CLPK, serta Laskar Hukum Indonesia.
Keterlibatan intensif di berbagai lembaga bantuan hukum dan organisasi advokat ini menunjukkan bahwa Nazali Lempo memahami betul dinamika penegakan hukum dari sisi masyarakat sipil, bukan hanya dari pendekatan disiplin militer semata. Hal ini dianggap penting agar Kejaksaan dapat lebih responsif terhadap keluhan publik dan isu-isu keadilan sosial.
Integritas Tanpa Kompromi
Meski kini berkecimpung di ranah sipil, prinsip penegakan hukum yang dianut Nazali tetap konsisten. Saat menjabat sebagai Danpuspom TNI dan Oditur Jenderal TNI, ia dikenal tidak memberi ruang bagi intervensi jabatan atau pangkat dalam setiap penanganan perkara.
“Hukum harus tajam kepada pelanggaran, tetapi adil bagi setiap orang. Pengalaman beliau di militer yang digabungkan dengan aktivisme hukum pasca-pensiun menciptakan profil pemimpin yang ideal: tegas namun empatik, disiplin namun memahami realitas sosial,” tambah Aslam.
Usulan ini datang di tengah tingginya harapan masyarakat agar Kejaksaan RI dipimpin oleh sosok yang independen, bebas dari kepentingan politik praktis, dan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Dengan kombinasi ketegasan militer dan kedalaman wawasan hukum sipil melalui organisasi profesi, nama Nazali Lempo dinilai layak menjadi pertimbangan serius Presiden dalam menetapkan Jaksa Agung baru.
(Fe)










