Perlindungan PMI Dimulai dari Literasi: YPPM Blitar Perkuat Sinergi Media untuk Pemberangkatan yang Aman dan Legal Minta Publik Bijak, LBH Harimau Raya Dorong Proses Hukum Objektif Soal Kasus Kas RW Rp11 Miliar BERITA DUKA CITA TELAH BERPULANGNYA KERAHMATTULLAH KI DALANG KALINGGO PURNOMO, S.E. Profesional Muda Asal Tapanuli Selatan Tembus Proyek Energi ASEAN, Daniel Harahap Disorot Kepimpinan Malaysia DARAH DEMOKRAT UNTUK IBU PERTIWI Bentuk Kepedulian dan Empati Kemanusiaan di Usia 25 Tahun Partai Demokrat Euforia Berdarah Dingin: Aktivis Cibogo Sambut Rizal Efendi dengan Bendera dan Tuntutan Perubahan

Beranda

7 Penyebab Negeri Sakura Jepang Di Minati Pekerja Migran Indonesia.

badge-check

7 Penyebab Negeri Sakura Jepang Di Minati Pekerja Migran Indonesia. Perbesar

Media Pari||www.media-pari.com

Kabupaten Blitar  Rabu 01/10/2025.

Progam belajar gratis bahasa Jepang yang di peruntukan 7(tuju) desa di kabupaten Blitar, 3 (tiga) kecamatan yaitu : Udanawu,Ponggok, Wonodadi oleh lembaga pelatihan dan ketrampilan Lpk Hikarisumut cabang Blitar, di Jalan Raya Kediri-Blitar Desa Karanggondang kecamatan Udanawu kabupaten Blitar akan segera ditutup pada akhir bulan oktober 2025 jelas Mohamad Ainur Rofiq S.Pd pada media Rabo(1/10)

 

Menurutnya progam ini kita sampaikan kepada masyarakat sekitar dan komunitas calon PMI (pekerja migran Indonesia) kami beri waktu pendaftaran selama 3 bulan yaitu bulan (Agustus,September,Oktober) 2025.

Bahkan saat kami mendapat undangan sosialisasi Pelindungan PMI di tlogo-serut Kabupaten Blitar,oleh Bapak PMI ,Nurhadi S.Pd dari DPR-RI komisi IX beserta ketua BP3MI Jawa Timur, disampaikan pula informasi tersebut oleh bapak PMI-nya Jawa Timur yaitu Nurhadi.terang Mohamad(1/10)

Alhamdulillah,antusias masyarakat calon PMI cukup baik, jelasnya.

Mohamad Ainur Rofiq menyampaikan mengapa
Peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang pada tahun mendatang 2026 dan seterusnya terbuka lebar karena ada 7 faktor yang memantik PMI Go to Jepang yang diantaranya adalah :

1. Kekurangan Tenaga Kerja di Jepang:

“Jepang menghadapi masalah demografis berupa populasi yang menua dan angka kelahiran yang rendah, sehingga menyebabkan kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor. Sektor-sektor tersebut meliputi manufaktur, konstruksi, pertanian, dan perawatan kesehatan.

2. Perubahan Kebijakan Imigrasi: Pemerintah Jepang terus menyesuaikan kebijakan imigrasi untuk menarik lebih banyak tenaga kerja asing. Ini termasuk pelonggaran persyaratan bahasa dan keterampilan untuk beberapa sektor pekerjaan.

3. Kebutuhan Tenaga Kerja Terampil:
Sektor seperti konstruksi, manufaktur, dan teknologi informasi terus membutuhkan tenaga kerja terampil. PMI yang memiliki sertifikasi dan pengalaman di bidang-bidang ini memiliki peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang menarik.

4. Program Kemitraan Bilateral:
Pemerintah Indonesia dan Jepang terus memperkuat kerja sama dalam pelatihan dan penempatan tenaga kerja. Program-program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja Jepang akan meningkatkan daya saing PMI.

 

5. Sektor Perawatan Kesehatan: Meningkatnya populasi lansia meningkatkan kebutuhan akan tenaga kerja di sektor perawatan kesehatan. PMI dengan kualifikasi sebagai perawat atau asisten perawat memiliki peluang besar untuk berkarir di Jepang.

6. Program Specified Skilled Worker (SSW):
Pemerintah
Indonesia dan Jepang telah menandatangani memorandum of cooperation (MOC) terkait program penempatan Specified Skilled Workers (SSW). Pola rekrutmen PMI ke Jepang adalah langsung, dengan dua skema: perekrutan bagi PMI yang baru dan perekrutan mantan peserta magang di Jepang.

7. Peningkatan Penempatan PMI:
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mendorong transformasi besar penempatan pekerja migran agar lebih terarah dan sesuai kebutuhan pasar global. Jepang saja diproyeksikan membuka 850 ribu lowongan kerja dalam lima tahun mendatang, peluang yang harus diisi oleh tenaga terampil Indonesia.
Dengan demikian, peluang bagi PMI di Jepang sangat menjanjikan, terutama bagi mereka yang memiliki keterampilan dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di Jepang.

 

(Feze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perlindungan PMI Dimulai dari Literasi: YPPM Blitar Perkuat Sinergi Media untuk Pemberangkatan yang Aman dan Legal

25 September 2026 - 18:56 WIB

Minta Publik Bijak, LBH Harimau Raya Dorong Proses Hukum Objektif Soal Kasus Kas RW Rp11 Miliar

24 September 2026 - 13:30 WIB

BERITA DUKA CITA TELAH BERPULANGNYA KERAHMATTULLAH KI DALANG KALINGGO PURNOMO, S.E.

24 September 2026 - 10:38 WIB

Profesional Muda Asal Tapanuli Selatan Tembus Proyek Energi ASEAN, Daniel Harahap Disorot Kepimpinan Malaysia

24 September 2026 - 00:15 WIB

DARAH DEMOKRAT UNTUK IBU PERTIWI Bentuk Kepedulian dan Empati Kemanusiaan di Usia 25 Tahun Partai Demokrat

23 September 2026 - 12:14 WIB

Trending di Beranda