Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru Patut Dipertanyakan, Diduga Perusahaan Memperkerjakan TNI Aktif Sebagai Security

Beranda

Negara Gagal Lindungi Anak Miskin: Dugaan Bunuh Diri Siswa SD Bongkar Borok Dana BOS di NTT

badge-check

Negara Gagal Lindungi Anak Miskin: Dugaan Bunuh Diri Siswa SD Bongkar Borok Dana BOS di NTT Perbesar

 

MediaPari||www.media-pari.com

Kupang, NTT Kamis 05/02/2026

 

Tragedi dugaan bunuh diri seorang siswa Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan lagi sekadar kisah duka, melainkan tuduhan telanjang atas kebiadaban sistem pendidikan. Peristiwa ini menjadi tamparan berdarah bagi pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan NTT, yang dinilai gagal total melindungi hak dasar anak bangsa.

Perwakilan LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI), A. Marpaung, melontarkan pernyataan keras dan tanpa basa-basi. Ia menyebut tragedi ini sebagai kejahatan struktural yang lahir dari pengelolaan Dana BOS yang amburadul dan sarat dugaan penjarahan.

“Kalau ada anak SD tidak bisa beli alat tulis lalu memilih mengakhiri hidupnya, itu bukan kecelakaan. Itu pembunuhan tidak langsung oleh sistem yang rakus dan bejat,” tegas A. Marpaung.

Menurutnya, Dana BOS yang digelontorkan negara setiap tahun seharusnya menjadi tameng terakhir bagi anak-anak miskin, bukan justru hilang di meja birokrasi, laporan fiktif, dan pembiaran massal.

“Jangan cuma jago ngerampok Dana BOS. Anak-anak miskin di NTT butuh buku dan pensil, bukan janji dan laporan ABS,” kecamnya.

A. Marpaung mempertanyakan keberanian aparat pendidikan di daerah: kepala sekolah, pengawas, hingga Dinas Pendidikan, yang dinilainya lebih sibuk mengamankan administrasi ketimbang menyelamatkan masa depan anak didik.

Ia menegaskan, ketiadaan alat tulis di sekolah negeri adalah bukti telanjang kegagalan negara. Lebih dari itu, ia menyebut tragedi ini sebagai ujian moral pemerintahan baru, apakah berani membersihkan pendidikan dari tikus-tikus anggaran atau membiarkan kejahatan ini berulang.

“Ini ujian bagi pemerintah. Kalau kasus ini didiamkan, jangan bicara pendidikan gratis. Itu omong kosong yang dibayar dengan nyawa anak-anak miskin,” katanya lantang.

LSM KCBI mendesak:
1. Audit forensik Dana BOS se-NTT, bukan audit formalitas.
2. Pemeriksaan dan pemecatan pejabat pendidikan yang lalai atau terlibat.
3. Pendataan ulang siswa miskin ekstrem dan penyaluran bantuan langsung ke anak didik.
4. Keterlibatan aparat penegak hukum, bila ditemukan indikasi pidana.

A. Marpaung menutup pernyataannya dengan kalimat yang mengguncang nurani publik:

“Negara boleh bangga dengan angka anggaran, tapi selama ada anak SD mati karena miskin, negara sedang gagal menjalankan mandat konstitusi.”

Tragedi ini kini menjadi sirene darurat nasional. Jika pemerintah tetap diam, maka bukan hanya Dana BOS yang dirampok — masa depan anak-anak Indonesia ikut dikubur hidup-hidup.

 

 

(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

29 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru

28 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Trending di Beranda