Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru Patut Dipertanyakan, Diduga Perusahaan Memperkerjakan TNI Aktif Sebagai Security

Beranda

Dapur MBG Diduga Cemari Lingkungan Grand Vista Cikarang, Tanam Pipa Limbah Tanpa Izin, Warga RT 04/08

badge-check

Dapur MBG Diduga Cemari Lingkungan Grand Vista Cikarang, Tanam Pipa Limbah Tanpa Izin, Warga RT 04/08 Perbesar

 

 

MediaPari||www.media-pari.com
Kabupaten Bekasi Senin 16/02/2026

Kab bekasi – Program Dapur Makan Bergizi Gratis yang berlokasi di RT 1 RW 2 desa Jayamulya kabupaten bekasi, (MBG) yang seharusnya menjadi simbol kepedulian sosial, kini justru menuai sorotan tajam di Perumahan Grand Vista Cikarang, Desa Jayamulya, Kabupaten Bekasi. Warga RT 04 RW 08 mengaku dirugikan atas dugaan pencemaran lingkungan dan perusakan fasilitas jalan lingkungan akibat penanaman pipa aliran limbah dari dapur MBG tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pihak pengelola dapur MBG diduga melakukan penggalian dan penanaman pipa saluran limbah dengan membongkar jalan lingkungan perumahan tanpa sosialisasi maupun izin resmi kepada warga terdampak.

Ketua RT 04 RW 08 Desa Jayamulya saat dikonfirmasi menegaskan bahwa keberadaan dapur MBG tersebut tidak pernah disosialisasikan secara resmi kepada pengurus lingkungan maupun warga.

“Kami tidak pernah diberitahu. Tiba-tiba sudah ada aktivitas dan penanaman pipa limbah. Warga merasa dirugikan karena jalan lingkungan rusak dan aliran limbah mengganggu,” tegasnya.

Warga mempertanyakan legalitas instalasi pembuangan limbah tersebut, termasuk dokumen perizinan lingkungan seperti UKL-UPL atau persetujuan teknis pengelolaan air limbah. Pasalnya, pembuangan limbah dapur dalam skala besar tanpa sistem pengolahan yang sesuai berpotensi mencemari lingkungan, menimbulkan bau, serta mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Beberapa warga mengaku khawatir jika limbah cair tersebut mengalir ke saluran umum tanpa pengolahan yang memenuhi standar. Apalagi lokasi dapur berada di tengah kawasan hunian padat penduduk.

Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Dapur MBG belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan perusakan jalan lingkungan dan polemik aliran limbah tersebut.

Warga RT 04/08 mendesak Pemerintah Desa Jayamulya, Kecamatan Cikarang, hingga instansi terkait di Kabupaten Bekasi untuk turun tangan melakukan audit lingkungan dan pemeriksaan izin operasional dapur MBG tersebut. Mereka menuntut transparansi dan pertanggungjawaban atas dampak yang ditimbulkan.

Program sosial, menurut warga, tidak boleh mengabaikan aspek hukum dan lingkungan. “Jangan sampai atas nama program makan bergizi, lingkungan kami yang dikorbankan,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi pengelolaan program MBG di daerah, sekaligus pengingat bahwa setiap kegiatan operasional berskala massal wajib tunduk pada aturan lingkungan dan menghormati hak warga sekitar.

Publik menanti klarifikasi dan langkah tegas dari pihak terkait. Jika terbukti melanggar, maka persoalan ini bukan sekadar soal limbah—melainkan soal kepatuhan hukum dan perlindungan hak masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

29 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru

28 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Trending di Beranda