MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru

Beranda

Diduga Gagal Panen Dampak Proyek Normalisasi Mangkrak Puluhan Petani Datangi PLT Bupati Sampaikan 6 tuntutan

badge-check

Diduga Gagal Panen Dampak Proyek Normalisasi Mangkrak Puluhan Petani Datangi PLT Bupati Sampaikan 6  tuntutan Perbesar

 

 

MediaPari||www.media-pari.com

Kabupaten Bekasi Kamis 05/02/2026.

Kabupaten Bekasi – Puluhan perwakilan petani, warga perumahan, serta Tim Riset dan Advokasi Petani dari wilayah Bekasi Utara mendatangi Gedung Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Kamis (5/2/2026).

Mereka melakukan audiensi langsung dengan Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, guna melaporkan kegagalan proyek Bendungan BSH-0 dan BSH-34 yang dinilai mengancam ketahanan pangan dan keselamatan warga.

Proyek yang dikelola oleh PT Lestari Nauli Jaya ini dituding carut-marut dan jauh dari standar teknis yang ditetapkan, sehingga menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat di hilir.

Kondisi Proyek Memprihatinkan: Longsor dan Alat Rusak,
Ketua Petani Penggerak Gotong Royong Bekasi Wilayah Utara, Ustad Jejen, mengungkapkan bahwa pelaksanaan proyek tersebut mengabaikan Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2025 tentang Ketahanan Pangan Nasional.

“Kondisinya memprihatinkan. Pengelak sungai sudah longsor tiga kali, banyak sitepile yang roboh, dan aspek keamanan kerja diabaikan. Bahkan, tujuh unit ekskavator rusak akibat banjir dan longsor di lokasi. Kami butuh audit mendalam, bukan janji kosong,” tegas Ustad Jejen di hadapan Plt. Bupati.

Ia menambahkan bahwa kegagalan teknis ini berdampak pada tidak terserapnya anggaran secara optimal dan adanya dugaan penyelewengan yang merugikan negara.

*Petani Terancam Gagal Panen Sebelum Lebaran*

Dampak dari tersendatnya proyek bendungan ini dirasakan langsung oleh para petani di setiap desa terdampak. Sekretaris Pertanian Bekasi Wilayah Utara, Muhamad Fauzi, menyebutkan pasokan air irigasi yang terputus menyebabkan ancaman gagal tanam dan gagal panen massal.

“Petani berharap bisa panen sebelum Hari Raya Idul Fitri, tapi kalau airnya tidak ada karena proyek yang tidak tuntas, bagaimana nasib mereka? Belum lagi risiko banjir masuk ke perkampungan karena kualitas bendungan yang belum maksimal saat hujan ekstrem,” ujar Fauzi.

*6 Tuntutan Utama Masyarakat Bekasi Utara*
Dalam pertemuan tersebut, rombongan menyerahkan daftar tuntutan yang harus segera dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi:

* Audit Menyeluruh: Melibatkan DPUPR Bekasi dan BPKP Jabar untuk menginvestigasi proyek BSH-0 dan normalisasi sungai.

* Sanksi Tegas: Menindak pengembang, Pejabat Penanggung Jawab Teknis (PPJT), dan oknum yang terlibat dugaan korupsi sesuai hukum yang berlaku.

* Penyelesaian Cepat: Proyek harus tuntas sesuai standar SNI dan ISO sebelum masa tanam berikutnya.

* Koordinasi Lintas Sektoral: Melibatkan BWS Citarum dan Kejaksaan Negeri untuk pengawasan hukum.

* Kompensasi Kerugian: Memberikan ganti rugi yang layak bagi petani dan warga perumahan yang terdampak.

* Penegakan UU: Menerapkan UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan Petani dan UU Tipikor bagi pihak yang sengaja menghambat produktivitas pangan.

*Ancaman Lapor Presiden*

Di akhir audiensi, perwakilan masyarakat memberikan peringatan keras kepada pemerintah daerah. Jika dalam waktu dekat tidak ada progres nyata dan jaminan keamanan bendung saat cuaca ekstrem, mereka mengancam akan membawa masalah ini ke tingkat pusat.

“Ini tentang keselamatan rakyat dan produktivitas pangan. Jangan main-main. Jika tidak tuntas, kami akan laporkan langsung ke Presiden,” pungkas perwakilan petani.

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dikabarkan akan segera melakukan peninjauan lapangan dan memanggil dinas terkait serta kontraktor pelaksana untuk mempertanggungjawabkan temuan masyarakat tersebut.

 

 

Penulis : (Yudis )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT

31 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

29 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Trending di Beranda