
MediaPari||www.media-pari.com
BUNTOK, media-pari.com — Keluhan semakin memuncak dari warga Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah ini tak sekadar mengganggu pemandangan, tetapi kini berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental warga sehari-hari.
Diana, warga perantau yang telah puluhan tahun tinggal di Buntok, menyampaikan kekhawatirannya yang mendalam kepada media-pari.com, Jumat (9/10/2026).
“Asap ini membuat napas terasa berat dan sesak, mata perih dan pedas seharian. Pemandangan di luar jendela hanya kabut tebal kuning, itu sangat membuat stres. Banyak warga mulai batuk-batuk, anak-anak dan orang tua paling terdampak,” ungkap Diana dengan suara cemas.
⚠️ Dampak Nyata yang Dirasakan Warga
– 😮💨 Napas sesak & sesak dada — kesulitan bernapas saat beraktivitas di luar ruangan
– 👀 Mata pedas & perih — iritasi mata terus-menerus
– 😰 Stres & cemas — pemandangan kabut tebal setiap hari membuat beban pikiran bertambah
– 🤧 Batuk & pilek berkepanjangan — terutama pada anak-anak dan lansia
– 🏠 Aktivitas terhenti — warga enggan keluar rumah demi melindungi kesehatan
🗣️ Seruan Warga: Jangan Biarkan Ini Terus Berlanjut
“Tolong pemerintah, segera berikan solusi nyata. Lakukan hujan buatan, gunakan teknologi apa saja yang tersedia, tapi hentikan asap ini sekarang juga,” pinta Diana dengan tegas.
Warga menegaskan, jika asap ini dibiarkan terus-menerus, dampaknya sama dengan membiarkan warga menderita dan sakit secara perlahan.
“Ini sama artinya membunuh warga pelan-pelan kalau dibiarkan. Udara bersih itu hak kami. Jangan tunggu sampai ada yang lebih parah,” tegasnya.
Fakta: Udara Bersih adalah Hak Konstitusional
Sesuai UUD 1945 Pasal 28H ayat (1), setiap orang berhak hidup sehat, mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pemerintah berkewajiban mewujudkan hak tersebut.
Penggunaan hujan buatan dan modifikasi cuaca adalah salah satu upaya yang telah terbukti efektif menurunkan konsentrasi asap sekaligus memadamkan titik api di daratan. Warga berharap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait segera bergerak cepat, bukan menunggu keadaan memburuk.
Seruan Bersama
Kami menyampaikan suara saudara-saudara kita di Buntok yang sedang berjuang setiap hari demi satu hal sederhana: bisa bernapas dengan lega. Semoga langit Buntok segera jerih kembali.
(fe)










