Minta Publik Bijak, LBH Harimau Raya Dorong Proses Hukum Objektif Soal Kasus Kas RW Rp11 Miliar BERITA DUKA CITA TELAH BERPULANGNYA KERAHMATTULLAH KI DALANG KALINGGO PURNOMO, S.E. Profesional Muda Asal Tapanuli Selatan Tembus Proyek Energi ASEAN, Daniel Harahap Disorot Kepimpinan Malaysia DARAH DEMOKRAT UNTUK IBU PERTIWI Bentuk Kepedulian dan Empati Kemanusiaan di Usia 25 Tahun Partai Demokrat Euforia Berdarah Dingin: Aktivis Cibogo Sambut Rizal Efendi dengan Bendera dan Tuntutan Perubahan Pilkades Sindang Mulya Usai, Bang Azlan Serukan Kemenangan Rizal Effendi Milik Seluruh Warga

Beranda

Ketat Bak Seleksi CPNS Panitia 17 an RT 03 RW 08 KSB Grande 3 Haramkan Bocah Luar RT Ikut Lomba

badge-check

Ketat Bak Seleksi CPNS Panitia 17 an RT 03 RW 08 KSB Grande 3 Haramkan Bocah Luar RT Ikut Lomba Perbesar

 

MediaPari||www.media-pari.com
Kabupaten Bekasi Minggu 09/08/2026.

Wibawamulya – Perayaan HUT RI ke-81 di Perumahan Kota Serang Baru (KSB) Grande 3 Blok H, sukses memicu geleng-geleng kepala warga.

Alih-alih menjadi wadah pemersatu bangsa, momentum kemerdekaan di lingkungan RW 08, khususnya warga RT 03, justru diwarnai drama birokrasi tingkat tinggi: anak-anak dari RT tetangga resmi “diharamkan” ikut serta dalam perlombaan 17-an.

Kebijakan proteksionis ini mendadak viral dan memancing senyum kecut di kalangan warga. Banyak yang tak habis pikir bagaimana sebuah lomba tingkat anak-anak harus melewati seleksi administrasi domisili yang begitu ketat, seolah-olah sedang memperebutkan kuota zonasi PPDB atau proyek bernilai miliaran rupiah.

“Mungkin piala plastik dan buku tulis isi 10 dari RT 03 itu anggarannya pakai APBD, jadi takut diperiksa BPK kalau jatuh ke tangan anak RT sebelah,” sindir salah satu warga yang mengamati ketatnya penjagaan di area lomba.

Sikap kaku dari jajaran pengurus RT 03 dan RW 08 ini dinilai sangat kontras dengan tema besar kemerdekaan yang selalu mendengungkan persatuan.
Alih-alih mengajarkan anak-anak tentang arti kebersamaan dan sportivitas tanpa batas, kebijakan ini justru dinilai sukses menanamkan “sekat geopolitik” sejak usia dini di dalam satu area perumahan yang sama.

Hingga berita ini diturunkan, warga hanya bisa berharap pada perayaan ke-82 tahun depan, panitia tidak sampai meminta kartu identitas anak (KIA) atau melalukan cek paspor bagi bocah-bocah yang hanya ingin merasakan serunya perjuangan

[BHR]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Minta Publik Bijak, LBH Harimau Raya Dorong Proses Hukum Objektif Soal Kasus Kas RW Rp11 Miliar

24 September 2026 - 13:30 WIB

BERITA DUKA CITA TELAH BERPULANGNYA KERAHMATTULLAH KI DALANG KALINGGO PURNOMO, S.E.

24 September 2026 - 10:38 WIB

Profesional Muda Asal Tapanuli Selatan Tembus Proyek Energi ASEAN, Daniel Harahap Disorot Kepimpinan Malaysia

24 September 2026 - 00:15 WIB

DARAH DEMOKRAT UNTUK IBU PERTIWI Bentuk Kepedulian dan Empati Kemanusiaan di Usia 25 Tahun Partai Demokrat

23 September 2026 - 12:14 WIB

Euforia Berdarah Dingin: Aktivis Cibogo Sambut Rizal Efendi dengan Bendera dan Tuntutan Perubahan

22 September 2026 - 21:50 WIB

Trending di Beranda