Duga !! PEJABAT DISNAKER BOGOR MAKIN GILA HARTA Studi Tiru ke Yogya Cuma Alibi Foya-Foya Pakai APBD, LSM KCBI Bongkar: Urgensi NOL, Manfaat NOL, Yang Ada Hanya PEMBOROSAN Sistematis demi Kenikmatan Pribadi! Lelang Jaminan KSP Surya Abadi di Desa Pikatan Berlangsung Saat Perkara Masih Digugat; LPK-RI: “Tunggu Putusan Pengadilan Dulu!” Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa? MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

Beranda

Kondisi BKK Pertakina Dayu Terlantar, Pengurus Akui Komunikasi Internal Macet dan Rapat Inti Belum Terwujud

badge-check

Kondisi BKK Pertakina Dayu Terlantar, Pengurus Akui Komunikasi Internal Macet dan Rapat Inti Belum Terwujud Perbesar

MediaPari||www.media-pari.com

JawaTimur Minggu 05/07/2026

BLITAR – Kondisi Balai Kerja Komunitas (BKK) Pertakina di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, yang belakangan terlihat tak terawat, ternyata berakar pada masalah internal organisasi.

Sucipto, salah satu pengurus Pertakina, mengakui bahwa minimnya komunikasi intens antar-pengurus menjadi penyebab utama terbengkalainya fasilitas pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh media-pari.com, Cipto—sapaan akrab Sucipto—menjelaskan bahwa inti permasalahan ada pada empat orang pengurus kunci yang hingga kini belum mampu berkumpul dalam satu forum rapat resmi.

“Rencana rapat intern untuk membahas nasib BKK dan langkah penyelamatan aset sebenarnya sudah digulirkan. Namun, realisasinya masih terkendala karena keempat orang inti tersebut belum bisa bertemu dalam satu kesempatan,” terang Cipto.

Faktor Lokasi Jadi Kendala Utama
Cipto mengungkapkan bahwa alasan utama gagalnya pertemuan strategis tersebut adalah faktor geografis.

Sebagian besar dari empat pengurus inti tersebut saat ini masih berada di luar kota atau bahkan luar negeri, sehingga menyulitkan koordinasi tatap muka yang krusial untuk pengambilan keputusan operasional.

Ketiadaan forum musyawarah ini berdampak fatal pada tata kelola bangunan.

Tanpa keputusan kolektif yang sah, tidak ada anggaran maupun rencana kerja perawatan yang bisa dieksekusi.

Akibatnya, BKK yang sempat diresmikan sebagai pusat pelatihan PMI purna itu kini hanya menjadi bangunan kosong yang perlahan dimakan usia dan cuaca.

Komunikasi Intens Kunci Keberlangsungan Lembaga
Cipto menekankan bahwa akar masalah bukan sekadar ketiadaan dana, melainkan hilangnya kohesi kepemimpinan.

“Kondisi kurang komunikasi intens antar-anggota pengurus Pertakina inilah yang membuat Pertakina terlantar,” tegasnya kepada media.

Pernyataan ini menepis anggapan bahwa keterlantaran BKK semata-mata disebabkan oleh absennya dukungan pemerintah daerah. Justru, tanggung jawab moral dan legal atas aset yayasan berada di pundak para pengurusnya sendiri. Ketika “otak” organisasi lumpuh akibat ketidakhadiran fisik dan mental para pengambil keputusan, maka “tubuh” organisasi berupa bangunan dan program pun ikut mati suri.

Desakan Transparansi dan Tindakan Nyata
Warga Desa Dayu dan komunitas PMI purna kini menunggu kejelasan kapan rapat empat orang inti tersebut akan benar-benar terlaksana.

Mereka mendesak agar alasan “di luar kota” tidak dijadikan tameng permanen untuk menunda-nunda perbaikan.

Mengingat status BKK Pertakina yang merupakan aset strategis bagi pemberdayaan mantan TKI/PMI, ketelanjangan manajemen internal ini harus segera diatasi.

Jika perlu, mekanisme rapat virtual atau penunjukan kuasa sementara dapat ditempuh demi mencegah kerusakan aset yang lebih parah.

Nasib BKK Pertakina Dayu kini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh organisasi berbasis komunitas: tanpa komunikasi yang hidup dan komitmen kehadiran, sehebat apa pun visi awal sebuah lembaga, ia akan runtuh oleh diamnya para pengurusnya.

 

(Fe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Duga !! PEJABAT DISNAKER BOGOR MAKIN GILA HARTA Studi Tiru ke Yogya Cuma Alibi Foya-Foya Pakai APBD, LSM KCBI Bongkar: Urgensi NOL, Manfaat NOL, Yang Ada Hanya PEMBOROSAN Sistematis demi Kenikmatan Pribadi!

1 September 2026 - 12:05 WIB

Lelang Jaminan KSP Surya Abadi di Desa Pikatan Berlangsung Saat Perkara Masih Digugat; LPK-RI: “Tunggu Putusan Pengadilan Dulu!”

1 September 2026 - 11:56 WIB

Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa?

1 September 2026 - 01:13 WIB

MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT

31 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Trending di Beranda