Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa? MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

Beranda

Ormas Madas Nusantara Ingatkan Prabowo Mau Dilengserkan Oligarki Koruptor Dengan Tiga Strategi

badge-check

Ormas Madas Nusantara Ingatkan Prabowo Mau Dilengserkan Oligarki Koruptor Dengan Tiga Strategi Perbesar

Media Pari||www.media-pari.com

Jakarta  Minggu 31/08/2025

Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara ingatkan Presiden Prabowo Subianto, jika ada grand design mau dilengserkan oleh oligarki koruptor. Mereka ingin menguasai Indonesia didukung kekuatan asing

Peringatan itu disampaikan aktivis penggiat anti korupsi sekaligus Ketua Umum Ormas Madas Nusantara, Kanjeng Raden Haryo (KRH), HM.Jusuf Rizal, SH menjawab pertanyaan media di Jakarta terkait kerusuhan dibeberapa kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, dan lainnya

Menurut pria berdarah Madura-Batak, Relawan Prabowo itu, saat ini ada gerakan operasi senyap yang menggunakan tiga strategi yaitu strategi Moa Tse Tung (Desa Mengepung Kota), Strategi Perang Sun Tzu (The Art of War/Menusuk ke Jantung Pertahanan Lawan) dan Strategi Aflin Tovler (Penguasaan Media/Informasi/Buzzer) guna menghantam pemerintahan Prabowo.

Pertama menurut analisa wartawan senior itu, dibuat kerusuhan diberbagai daerah. Diprovokasi dan dimodalin kelompok strategis termasuk oligarki koruptor yang bisnis maupun eksistensinya dengan gerakan Prabowo perang terhadap koruptor terganggu.

Kedua, orang-orang sengkuni dan penjilat dilingkaran kekuasaan Prabowo, bermain dua kaki. Mereka diam-diam berkontribusi mau menumbangkan Prabowo dari dalam, karena banyak Menteri, Pejabat BUMN dan institusi Kejaksaan, Kepolisian dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tidak clear. Masih warisan lama

Ketiga, kelompok kepentingan memanfaatkan buzzer, media sosial maupun media mainstream untuk mengekpose berbagai kelemahan Penerintahan Prabowo. Logistik tersedia tanpa batas, karena ini dirangkai dengan agenda besar 2029. Pokoknya bagaimana masyarakat benci kepada Prabowo dan dianggap tidak mampu mengamankan negara.

“Jadi menurut saya, peristiwa kerusuhan sudah di grand design kelompok strategis dan didukung pihak luar. Pemerintahan Prabowo mau dikunci agar mau jadi Boneka, seperti pemerintahan sebelumnya,” tegas Jusuf Rizal

Dikatakan, kerusuhan yang terjadi saat ini baru uji coba. Dan kedepan masih akan banyak serangan-serangan jika Prabowo tidak segera menstrerilkan pemerintahannya, seperti di BIN (Badan Intelijen Negara), TNI, Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Kementerian dan BUMN. Karena para sengkuni gerakannya saling terkait dan strategis.

Selain itu tim pembela Prabowo masih lemah. Tidak memiliki pasukan counter attack. Mereka yang sudah diberi posisi, sudah duduk manis dan masa bodoh. Begitu juga partai politik pendukung Prabowo tidak solid. Bahkan ada yang sudah ancang-ancang buat sekoci untuk persiapan Pilpres 2029.

“Jika Prabowo tidak cepat mengkonsolidasikan diri. Tidak mustahil, tak lama kepercayaan publik akan turun dan dia dilengserkan. Dana hasil korupsi di pemerintahan sebelumnya bisa jadi tersedia trilyunan untuk membiayai operasi senyap,” tegas Jusuf Rizal yang dibesarkan dari keluarga intelijen itu

Untuk itu Madas Nusantara mendesak Prabowo untuk bersih-bersih cuci gudang dengan membuang para sengkuni. Mereka itu kanker bagi pemerintahan Prabowo. Jangan sampai misi mereka mau merusak citra dan wibawa kabinet merah putih berhasil.

Menurut Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu saat ini beban Prabowo sangat berat, karena harus menanggung warisan bobrok Presiden Jokowi. Mulai dari beban hutang, korupsi yang merajalela hingga kepercayaan publik yang mencapai pada titik nadir. Rakyat sudah kecewa dan marah.

“Tetapi meski memahami kekecewaan rakyat, Madas Nusantara mengecam keras tindakan anarkhis dan penjarahan. Hal seperti ini akan dapat memicu konflik horisontal.
Madas Nusantara juga memberi apresiasi kepada TNI dan Polri yang berusaha mencegah amuk massa,” tegas Jusuf Rizal yang prihatin aksi demo yang menimbulkan korban Affan Kurniawan, pengemudi ojol.

 

(Fariz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa?

1 September 2026 - 01:13 WIB

MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT

31 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Trending di Beranda