Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa? MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

Beranda

Pasien BPJS Diterlantarkan RS Chatib Quzwain, Pulang Hanya Berbekal Infus

badge-check

Pasien BPJS Diterlantarkan RS Chatib Quzwain, Pulang Hanya Berbekal Infus Perbesar

Media Pari||wwww.media-pari.vom

Kabupaten Jambi Sabtu 27/09/2025

Sarolangun, 27 September 2025 – Dugaan penelantaran pasien kembali mencoreng dunia pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Prof. Dr. H.M. Chatib Quzwain, Kabupaten Sarolangun, Jambi, diduga memperlakukan pasien BPJS secara tidak manusiawi hingga kondisi kesehatan pasien semakin memburuk.

Korban adalah Suwarma, warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), peserta aktif BPJS Kelas II. Ia dilarikan ke RS Chatib Quzwain pada Rabu (18/9) lalu. Bukannya mendapat pelayanan maksimal, pasien justru kerap dipindah-pindahkan ruang rawat tanpa alasan yang jelas.

Pada hari kedua, Suwarma dipindahkan dengan dalih ruangannya akan diubah menjadi kelas III. Anehnya, keesokan harinya pasien kembali digeser ke ruang yang sebelumnya dinyatakan akan dialihfungsikan tersebut.

Keluarga yang menanyakan alasan pemindahan justru mendapat perlakuan kasar secara verbal dari pihak rumah sakit. Puncaknya, pasien dipaksa dipulangkan tanpa tindakan medis lanjutan. Pihak rumah sakit bahkan menekan keluarga agar menandatangani surat pemulangan dengan alasan “atas permintaan sendiri”.

Untuk menghindari kegaduhan yang bisa mengganggu pasien lain, pihak keluarga akhirnya membawa pulang Suwarma. Ironisnya, ia hanya dibekali satu botol infus yang masih menempel tanpa instruksi medis jelas, termasuk cara pelepasan jarum infus.

Sesampainya di rumah, kondisi Suwarma memburuk dengan gejala lemas dan mual. Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Chatib Quzwain belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penelantaran pasien ini.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar soal standar pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah, khususnya bagi pasien BPJS yang seharusnya mendapat perlindungan penuh dari negara.
(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa?

1 September 2026 - 01:13 WIB

MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT

31 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Trending di Beranda