Peduli Kekeringan, Ormas GIBAS Sektor Cibarusah Salurkan Bantuan Air Bersih di Kampung Korot Desa Ridogalih Diduga Rangkap Jabatan Jadi PPPK Guru, Oknum Bendahara Desa Wibawamulya Disorot Terkait Potensi Kerugian Negara Matinya Demokrasi Ekonomi”: Koperasi Desa Merah Putih di Sorot Sebagai Instrumen Perebutan Akses Kapital dan Penguasaan Teritorial Tekan Nurhayati di Kediaman! Manajemen PT Bumiayu Diduga Intimidasi Korban Kecelakaan Kerja Perang Anggaran Memanas: ADD 2027 Dipangkas, 5.000 Aparatur Desa Siap Hadapi Pemkab Blitar Peduli Kekeringan, Ormas GIBAS Sektor Cibarusah Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Ridomanah

Beranda

Pasien BPJS Diterlantarkan RS Chatib Quzwain, Pulang Hanya Berbekal Infus

badge-check

Pasien BPJS Diterlantarkan RS Chatib Quzwain, Pulang Hanya Berbekal Infus Perbesar

Media Pari||wwww.media-pari.vom

Kabupaten Jambi Sabtu 27/09/2025

Sarolangun, 27 September 2025 – Dugaan penelantaran pasien kembali mencoreng dunia pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Prof. Dr. H.M. Chatib Quzwain, Kabupaten Sarolangun, Jambi, diduga memperlakukan pasien BPJS secara tidak manusiawi hingga kondisi kesehatan pasien semakin memburuk.

Korban adalah Suwarma, warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), peserta aktif BPJS Kelas II. Ia dilarikan ke RS Chatib Quzwain pada Rabu (18/9) lalu. Bukannya mendapat pelayanan maksimal, pasien justru kerap dipindah-pindahkan ruang rawat tanpa alasan yang jelas.

Pada hari kedua, Suwarma dipindahkan dengan dalih ruangannya akan diubah menjadi kelas III. Anehnya, keesokan harinya pasien kembali digeser ke ruang yang sebelumnya dinyatakan akan dialihfungsikan tersebut.

Keluarga yang menanyakan alasan pemindahan justru mendapat perlakuan kasar secara verbal dari pihak rumah sakit. Puncaknya, pasien dipaksa dipulangkan tanpa tindakan medis lanjutan. Pihak rumah sakit bahkan menekan keluarga agar menandatangani surat pemulangan dengan alasan “atas permintaan sendiri”.

Untuk menghindari kegaduhan yang bisa mengganggu pasien lain, pihak keluarga akhirnya membawa pulang Suwarma. Ironisnya, ia hanya dibekali satu botol infus yang masih menempel tanpa instruksi medis jelas, termasuk cara pelepasan jarum infus.

Sesampainya di rumah, kondisi Suwarma memburuk dengan gejala lemas dan mual. Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Chatib Quzwain belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penelantaran pasien ini.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar soal standar pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah, khususnya bagi pasien BPJS yang seharusnya mendapat perlindungan penuh dari negara.
(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Peduli Kekeringan, Ormas GIBAS Sektor Cibarusah Salurkan Bantuan Air Bersih di Kampung Korot Desa Ridogalih

16 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Diduga Rangkap Jabatan Jadi PPPK Guru, Oknum Bendahara Desa Wibawamulya Disorot Terkait Potensi Kerugian Negara

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Matinya Demokrasi Ekonomi”: Koperasi Desa Merah Putih di Sorot Sebagai Instrumen Perebutan Akses Kapital dan Penguasaan Teritorial

16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Perang Anggaran Memanas: ADD 2027 Dipangkas, 5.000 Aparatur Desa Siap Hadapi Pemkab Blitar

15 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Peduli Kekeringan, Ormas GIBAS Sektor Cibarusah Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Ridomanah

15 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Trending di Beranda