Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa? MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

Beranda

Polres Banjar Negara Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan di Ratamba

badge-check

Polres Banjar Negara Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan di Ratamba Perbesar

 

Media Pari||www.media-pari.com

Jawa Tengah , Sabtu 30/08/2025

Banjarnegara- Kejadian penganiayaan dan pengroyokan yang terjadi di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada 12 Februari 2025, saat kunjungan Kapolres Banjarnegara ke Bencana Tanah Gerak Ratamba, yang dialami oleh Aji Setiawan sebagai korban yang telah melaporkan ke Polres Banjarnegara, kini masuk tahap rekonstruksi.

Untuk kelancaran penyelidikan, pihak Polres Banjarnegara telah mengirim surat kepada korban untuk hadir pada hari Jumat, 29 Agustus 2025, pukul 13.00 di Polres Banjarnegara yang beralamat di Jalan Pemuda Banjarnegara untuk melakukan rekonstruksi kejadian tersebut.

Aji Setiawan, selaku korban warga Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, telah memenuhi panggilan dan didampingi oleh pengacara dari Ikatan Advokat Indonesia cabang Banjarnegara. Kejadian penganiayaan dan pengroyokan pada hari Rabu, 12 Februari 2025 sekitar pukul 11.20 WIB, dimulai karena perselisihan pelaku atas unggahan tulisan di media sosial. Kejadian penganiayaan dan pengroyokan dilakukan oleh lebih dari satu orang di dekat makam Desa Ratamba Penawaran.

Pelaku yang diduga melakukan penganiayaan dengan inisial T, S, AN, H, dan S, yang sudah diamankan oleh pihak aparat penegak hukum menjalani tahanan titipan penyidik selama 60 hari. Berkas telah memasuki tahap P19, dan para pelaku dapat diancam Pasal 170 KUHP dan Subsider Pasal 351 KUHP Jo Pasal 55 KUHP sesuai dengan undang-undang yang berlaku dengan ancaman hukuman 5 tahun.

Setelah menjalani rekonstruksi, Aji Setiawan mengungkapkan, “Beberapa waktu yang lalu setelah kejadian, saya didatangi oleh beberapa orang penting di instansi Banjarnegara. Ada yang datang menemui saya dan ada yang menghubungi lewat telepon untuk meminta berdamai serta mencabut laporan. Namun, saya tidak mau karena para pelaku tidak mengakui perbuatannya. Saya ingin mencari keadilan.”, Ujar Aji ,Sabtu, 30 /08/2025

Harmono SH, MM, CLA selaku pengacara korban dari Ikatan Advokat Indonesia Cabang Banjarnegara yang mendampingi, menjelaskan, “Hukum harus ditegakkan bagi siapa pun yang melanggar hukum. Apalagi ini merupakan delik umum bukan delik khusus negara, sehingga hukum harus ditegakkan sesuai dengan yang berlaku. Siapa pun yang melakukan penganiayaan dan pengroyokan harus diproses hukum.”

Penyidik yang dihubungi melalui telepon dan tidak menyebutkan namanya menjelaskan, “Rekonstruksi sudah dilakukan, hanya tinggal penyelesaian berkas saja.” Terkait hal ini, masyarakat harus sadar akan hukum dan tidak boleh main hakim sendiri karena dapat berpotensi melanggar hukum. Jika ada masalah yang berkaitan dengan hukum, lebih baik berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” tandasnya.

 

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa?

1 September 2026 - 01:13 WIB

MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT

31 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Trending di Beranda