MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru

Beranda

Relawan Pembela Prabowo Soroti Kapolres Pasaman Barat, PETI Bebas Beroperasi Tanpa Penindakan

badge-check

Relawan Pembela Prabowo Soroti Kapolres Pasaman Barat, PETI Bebas Beroperasi Tanpa Penindakan Perbesar

Media pari||www.media-pari.com

Sumatera Barat Kamis 01/01/2026

PASAMAN BARAT — Relawan Pembela Prabowo, Ali Sofyan, melontarkan pernyataan keras terkait maraknya aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di Kabupaten Pasaman Barat yang hingga kini tak tersentuh penegakan hukum. Ia menilai Kapolres Pasaman Barat tidak menunjukkan keberanian dan ketegasan dalam menghadapi mafia tambang yang secara terang-terangan merusak lingkungan dan tanah ulayat masyarakat adat.

Menurut Ali Sofyan, pembiaran yang berlangsung berbulan-bulan terhadap aktivitas PETI berskala besar, lengkap dengan penggunaan alat berat ekskavator dan mesin dompeng, bukan lagi sekadar kelalaian, melainkan telah masuk dalam kategori layak dicurigai.

“Tambang emas ilegal itu bekerja siang malam, ekskavator bebas keluar-masuk, lahan puluhan hektar rusak, tapi tidak ada penindakan. Kalau ini dibiarkan, publik wajar curiga: Kapolres Pasaman Barat tidak berani atau memang sudah main mata dengan pemodal tambang?” tegas Ali Sofyan.

Dugaan Main Mata Makin Menguat

Ali Sofyan menegaskan, mustahil aparat tidak mengetahui aktivitas PETI yang begitu masif. Skala kerusakan mencapai puluhan hektar, suara alat berat terdengar jelas, dan lalu lintas logistik tambang berlangsung terbuka.

“Ini bukan tambang tikus. Ini operasi besar. Kalau aparat bilang tidak tahu, itu tidak masuk akal. Kalau tahu tapi tidak bertindak, itu pembiaran. Dan pembiaran yang disengaja selalu membuka ruang dugaan adanya persekongkolan,” ujarnya.

Ia menilai sikap diam Kapolres justru memberi karpet merah bagi mafia tambang untuk terus merampok kekayaan alam dan menghancurkan lingkungan, sementara masyarakat adat menanggung dampak sosial dan ekologis jangka panjang.

Bertentangan dengan Arah Kepemimpinan Nasional

Sebagai Relawan Pembela Prabowo, Ali Sofyan menegaskan bahwa praktik PETI dan dugaan pembiaran aparat bertolak belakang dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penegakan hukum tegas, pemberantasan mafia, dan perlindungan sumber daya alam nasional.

“Presiden Prabowo bicara soal negara kuat dan hukum yang tegas. Tapi apa yang terjadi di Pasaman Barat justru sebaliknya. Mafia tambang seolah lebih berkuasa dari negara,” kata Ali Sofyan.

Ia menilai jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di daerah akan semakin runtuh.

Desakan Evaluasi dan Pemeriksaan Kapolres

Ali Sofyan mendesak Kapolri, Polda Sumatera Barat, dan Divisi Propam Polri untuk segera turun tangan melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap Kapolres Pasaman Barat, khususnya terkait dugaan pembiaran dan potensi relasi tidak wajar dengan pemodal tambang ilegal.

“Jangan hanya tangkap pekerja lapangan. Periksa pemodal, periksa aliran uang, dan periksa aparat yang diduga melindungi. Negara tidak boleh kalah oleh mafia,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kapolres maupun Polres Pasaman Barat belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan dan sorotan publik atas maraknya tambang emas ilegal di wilayah hukumnya. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai Undang-Undang Pers.

Kasus PETI Pasaman Barat kini menjadi ujian telanjang integritas penegakan hukum: apakah aparat berdiri bersama rakyat dan konstitusi, atau justru berkompromi dengan mafia perusak lingkungan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT

31 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

29 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Trending di Beranda