MediaPari||www.media-padi.com

Jakarta, Sabtu 26 September 2026 Kabar duka mendalam datang dari keluarga besar Soekarno. Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno dari pernikahan dengan Fatmawati, meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, di usia 73 tahun.
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Jakarta. kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, khususnya bagi sang kakak, Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan.
Seniman Multitalenta yang Berjasa untuk Negeri
Guruh Soekarnoputra dikenal bukan hanya sebagai putra Bung Karno, tetapi juga sebagai seniman multitalenta yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan seni dan budaya Indonesia. Ia mewarisi bakat artistik ayahnya dan dikenal sebagai koreografer berbakat, musisi, dan pencipta lagu.
Karya terbesarnya dalam dunia musik adalah album legendaris “Guruh Gipsy” (1975-1976) yang berhasil memadukan harmonis musik tradisional Nusantara dengan musik Barat, menciptakan identitas musik Indonesia yang khas.
Rekam Jejak Karya yang Abadi
Sepanjang karirnya, Guruh menciptakan banyak lagu yang menjadi soundtrack kehidupan bangsa Indonesia. Beberapa karyanya yang paling dikenang antara lain “Melati Suci”, “Lenggang Puspita”, “Zamrud Khatulistiwa”, “Lagu Putih”, dan banyak lagi.
Tidak hanya di bidang musik, Guruh juga pernah terlibat di dunia politik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), melanjutkan dedikasinya untuk berkontribusi bagi tanah air.
Warisan yang Tak Tergantikan
Kepergian Guruh Soekarnoputra di usia genap 73 tahun merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Namun, jasa dan karyanya untuk negeri akan tetap hidup dalam ingatan dan hati rakyat Indonesia.
Selamat jalan, Mas Guruh. Terima kasih atas segala dedikasi dan karya untuk Indonesia. Jasamu akan selalu dikenang.
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.
(Fe)










