MediaPari||www.media-pari.com

BLITAR –media-pari.com Warga Kelurahan Gedog kini dapat memantau secara langsung progres pembangunan fasilitas rekreasi alam di kawasan Ecopark Joko Pangon.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar telah resmi memulai pengerjaan “Pembangunan Outbond Gedog Tahap 3” dengan total nilai kontrak mencapai Rp3.078.571.200.
Proyek strategis ini ditandai dengan penandatanganan kontrak pada 2 September 2026 dengan nomor kontrak 027/16.51/PPK/410.108/2026, dan ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari kalender. Seluruh pendanaan bersumber murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Blitar, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan ruang terbuka hijau yang fungsional bagi masyarakat.
Siapa Pelaksananya?
Berdasarkan data di lapangan, kontraktor yang ditunjuk untuk mengerjakan tahap ketiga ini adalah CV. Fath Sahala Mandiri, seperti keterangan tambahan Aktifis lingkungan di kota Blitar yang enggan disebut namanya pada media-pari.com(16/9)
Penunjukan rekanan ini merupakan bagian dari proses pengadaan barang dan jasa yang transparan, di mana identitas pelaksana dan nilai anggaran dipajang secara terbuka agar dapat diawasi oleh publik.
Edukasi: Mengapa “Outbond” Penting untuk Kota Blitar?
Warga perlu memahami bahwa penambahan fasilitas outbond di Ecopark Joko Pangon bukan sekadar membangun wahana permainan. Dalam konteks perencanaan kota berkelanjutan, area outbond memiliki tiga fungsi edukatif utama:
1. Laboratorium Alam Terbuka: Fasilitas outbond dirancang untuk melatih ketangkasan fisik dan mental peserta didik atau pengunjung dengan memanfaatkan elemen alam (pohon, tanah, air). Ini adalah bentuk pembelajaran experiential learning yang tidak bisa digantikan oleh kelas konvensional.
2. Penguatan Karakter & Kerjasama Tim: Aktivitas outbond secara ilmiah terbukti meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah (problem solving) melalui simulasi tantangan alam yang terkendali.
3. Integrasi Konservasi dan Rekreasi: Berbeda dengan taman bermain beton, outbond di Ecopark Joko Pangon dibangun dengan prinsip low-impact development.
Struktur wahana disesuaikan dengan kontur lahan dan vegetasi eksisting, sehingga fungsi ekologis kawasan tetap terjaga sambil memberikan manfaat ekonomi melalui wisata edukasi.
Transparansi Adalah Kunci Kepercayaan Publik
Pemajangan papan informasi proyek yang memuat detail nama pekerjaan, sumber dana, durasi pelaksanaan, hingga nama kontraktor merupakan wujud akuntabilitas Pemkot Blitar. Warga diajak untuk turut serta mengawasi:
* Apakah progres fisik sesuai dengan target 120 hari?
* Apakah kualitas material dan keselamatan wahana memenuhi standar?
* Apakah pengelolaan limbah konstruksi dilakukan dengan ramah lingkungan?
Kedinas DLH kota Blitar Jajuk Indihartatti dikonfirmasi via WhatsApp (16/9)belum memberikan keterangan tambahan lantaran masih rapat jelasnya pada media-pari.com(fe)











