
Media Pari|| www.media-pari.com
Jawa Timur Sabtu 13/02/2026
Kabupaten Blitar – pondasi kosmologis adalah dasar atau landasan pemikiran tentang asal-usul, struktur, sifat, dan perkembangan alam semesta secara keseluruhan dalam bidang kosmologi (ilmu yang mempelajari alam semesta secara umum).
Secara lebih rinci:
Ini mencakup premis-prenis fundamental yang menjadi dasar bagi pemahaman kita tentang alam semesta, seperti konsep ruang-waktu, hukum fisika yang berlaku secara universal, dan teori tentang bagaimana alam semesta terbentuk dan berkembang, jelas Gus Hairi dari padepokan Pusaka dan Budayawan asli kabupaten Blitar(14/2)
Pondasi ini bisa berasal dari hasil penelitian ilmiah (seperti teori Big Bang), pemikiran filosofis, atau pandangan keagamaan, tergantung pada konteks di mana istilah tersebut digunakan”
Mengapa setia desa di Jawa selalu ada punden (empu sing senden-jawa) seperti penjelasan cak Imam parisade Hindu pada media(14/2)
Punden adalah suatu tempat yang dianggap istimewa, orang desa kemudian menjadikan tempat tersebut sebagai pusat spritual, karena diyakini sebagai asal usul suatu desa.
Setiap desa di Jawa memiliki punden karena ia melambangkan asal usul desa, dan keseimbangan hidup.
Biasanya berupa makam leluhur, batu besar, pohon tua, atau sumber air yang dianggap keramat tempat bersemayamnya roh pelindung dan kekuatan gaib penjaga desa.
Dalam pandangan masyarakat Jawa punden bukan sekedar situs keramat, tetapi pondasi kosmologis yang meneguhkan hubungan manusia dengan alam dan sang pencipta, secara historis punden merupakan warisan kepercayaan kapitayan atau biasa disebut Animistik, Dinamistik pra Hindu Budha yang kemudian bertransformasi seiring datangnya Hindu Budha kemudian Islam.
Trasdisi ini tidak hilang, meskipun silih bergantinya gelombang pengaruh agama yang masuk melainkan menyesuaikan diri dan mencerminkan watak budaya Jawa yang Lentur.
Punden Besalen nogo belorok atau lebih dikenal punden watu belorok di desa Ringinanom kecamatan Udanawu kabupaten Blitar yang berada di lokasi sungai mati (Kalimati) menjadi saksi bisu peradaban masa lalu yang belum terdokumentasi dan dilakukan kajian
(feze)









