Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru Patut Dipertanyakan, Diduga Perusahaan Memperkerjakan TNI Aktif Sebagai Security

Beranda

Dugaan Pembangunan Fisik di Lapangan Tlumpu,telan 200juta Tanpa Prasasti Anggaran, GIBM Kota Blitar Soroti Transparansi Dana Kecamatan Sukorejo

badge-check

Dugaan Pembangunan Fisik di Lapangan Tlumpu,telan 200juta Tanpa Prasasti Anggaran, GIBM Kota Blitar Soroti Transparansi Dana Kecamatan Sukorejo Perbesar

 

 

MediaPari||www.media-pari.com

JawaTimur Rabu 15/06/2026

Kota Blitar – Aktivitas pembangunan fisik berupa pemasangan pondasi yang mengelilingi sebagian area Lapangan Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, menuai tanda tanya publik.

Hingga kini, tidak ditemukan adanya prasasti atau papan informasi proyek yang mencantumkan sumber anggaran, nilai kontrak, maupun identitas pelaksana pekerjaan di lokasi tersebut.

Ketiadaan transparansi visual ini memicu dugaan bahwa pembangunan tersebut menggunakan dana peruntukan Kecamatan Sukorejo Tahun Anggaran 2025,jelas warga tlumpu yang enggan disebut namanya,namun tanpa memenuhi standar akuntabilitas pelaporan fisik daerah.

Ketua Gerakan Indonesia Berani Maju (GIBM) DPC Kota Blitar, Kasmani, menegaskan bahwa ketiadaan prasasti merupakan pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan informasi publik dalam pengelolaan anggaran daerah.

“Lapangan kelurahan adalah aset publik. Jika ada pembangunan fisik di sana, apalagi jika diduga menggunakan anggaran kecamatan tahun berjalan, maka wajib ada prasasti yang jelas.

Tidak boleh ada proyek ‘siluman’ yang menghabiskan uang rakyat tanpa jejak administrasi yang bisa diakses masyarakat,” ujar Kasmani saat dikonfirmasi media-pari.com, rebo (15/7/2026).

Kasmani menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima aspirasi warga setempat yang mempertanyakan legalitas dan peruntukan dana untuk pembangunan pondasi tersebut.

Menurutnya, ketidakjelasan sumber anggaran berpotensi melanggar tata kelola keuangan daerah dan mengurangi fungsi ruang terbuka hijau yang seharusnya dilindungi.

“Kami tidak menuding sembarangan, tetapi kami menuntut hak tahu.

Apakah ini dana APBD murni kecamatan? Apakah ada DAK? Atau justru dana lain yang tidak sesuai peruntukannya? Tanpa prasasti, masyarakat tidak bisa melakukan pengawasan partisipatif,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, GIBM Kota Blitar menyatakan akan menempuh jalur formal melalui permohonan informasi publik ke PPID Kota Blitar.

Langkah ini diambil untuk mendapatkan dokumen resmi seperti Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kecamatan Sukorejo TA 2025 serta spesifikasi teknis pekerjaan di Lapangan Tlumpu.

“Jika setelah kami cek ternyata anggarannya sah dan prosedurnya benar, kenapa tidak dipasang prasastinya? Tapi jika ternyata ada penyimpangan, kami siap mendampingi masyarakat untuk melaporkan temuan ini ke instansi pengawas yang berwenang,” pungkas Kasmani.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Sukorejo maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Kota Blitar belum memberikan tanggapan resmi terkait keberadaan pembangunan pondasi di Lapangan Tlumpu yang diduga menelan anggaran 200jt terang Kasmani,sambil Menganalogikan pokmas saja dana gak sampai 100juta bisa mendapatkan panjang yang sama kurang lebih 120 meter,jelasnya menunggu klarifikasi dan bukti transparansi atas penggunaan anggaran daerah di wilayah tersebut.

 

 

 

(Fe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

29 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru

28 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Trending di Beranda