Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru Patut Dipertanyakan, Diduga Perusahaan Memperkerjakan TNI Aktif Sebagai Security

Beranda

AKTIVIS: Hukum Di Tanah Karo Diuji Mesin Judi Menantang, Aparat Bungkam Negara Hadir atau Tumbang?

badge-check

AKTIVIS: Hukum Di Tanah Karo Diuji Mesin Judi Menantang, Aparat Bungkam Negara Hadir atau Tumbang? Perbesar

 

 

MediaPari||www.media-pari.co

Sumatera Utara Senin 23/02/2026.

KARO, Dugaan praktik perjudian jenis tembak ikan yang disebut masih bebas beroperasi di sejumlah titik di Kecamatan Kabanjahe kini berubah menjadi gelombang pertanyaan besar: di mana negara ketika hukum seolah tak bertaring?

Aktivis A. Marpaung secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap aparat penegak hukum di wilayah Tanah Karo. Ia menilai, jika informasi mengenai aktivitas perjudian yang telah berlangsung berbulan-bulan itu benar adanya dan belum ditindak tegas, maka situasi ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan krisis kepercayaan publik.

“Kalau mesin judi beroperasi terang-terangan dan tidak ada tindakan nyata, maka publik berhak bertanya: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau hanya berhenti pada pernyataan dan rilis resmi?” tegas A. Marpaung.

Ironisnya, dugaan aktivitas tersebut tetap berlangsung di tengah Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah—momentum yang seharusnya dijaga ketertiban dan ketenangan sosialnya. Menurut Marpaung, kondisi ini menjadi ujian moral sekaligus ujian integritas bagi aparat.

Ia menekankan bahwa pembiaran, jika memang terjadi, jauh lebih berbahaya daripada praktik judinya sendiri.

“Yang lebih berbahaya dari judi adalah jika ada kesan pembiaran. Karena ketika hukum dianggap tidak hadir, maka yang runtuh bukan hanya aturan, tapi kewibawaan negara,” ujarnya tajam.

A. Marpaung mendesak penegak hukum untuk segera melakukan tindakan terbuka, terukur, dan transparan agar tidak muncul persepsi adanya ketidaktegasan. Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama institusi penegak hukum.

“Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya tegas di atas kertas. Kalau ada pelanggaran, tindak. Kalau tidak ada, jelaskan secara terbuka. Diam bukan solusi,” tandasnya.

Sorotan ini kini menjadi perhatian publik Tanah Karo. Penindakan atau pembuktian di lapangan akan menjadi jawaban apakah supremasi hukum benar-benar berdiri tegak—atau justru sedang diuji oleh mesin-mesin judi yang terus berputar.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.

 

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

29 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru

28 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Trending di Beranda