Sikapi Dinamika Aparat, Pemuda Patriot dan Digdaya Serukan Pemuda Nusantara Jaga Ketertiban Belum Rampung 100% Proyek Groundsill Kali Cipamingkis Cibarusah Telan Korban Jiwa Remaja Kasus Laporan Palsu & Dugaan Penghalang Penyelidikan, Sripatokah Didampingi Pengacara Khusus dari Jakarta ALAMI LEBAM DI SEKUJUR TUBUH, WANITA ASAL CIKARANG UTARA LAPORKAN PACAR KE POLRES METRO BEKASI! Klop! Pak Asep dan SD 02 Sukasari Klarifikasi Isu Viral “Tolak Anak Yatim”, Ternyata Ini Faktanya Pak Asep Luruskan Kabar Penolakan Siswa, Ibu Gita Sampaikan Permohonan Maaf ke Publik

Beranda

Belum Rampung 100% Proyek Groundsill Kali Cipamingkis Cibarusah Telan Korban Jiwa Remaja

badge-check

Belum Rampung 100% Proyek Groundsill Kali Cipamingkis Cibarusah Telan Korban Jiwa Remaja Perbesar

 

MediaPari ||www.media-pari.com
Kabupaten Bekasi Kamis 11/07/2026.
CIBARUSAH – Pembangunan proyek penahan dasar sungai (groundsill) di aliran Kali Cipamingkis yang dikerjakan oleh PT Indoraya Kabenteng memicu sorotan tajam. Proyek infrastruktur bendungan penahan arus yang belum selesai dikerjakan tersebut telah menelan korban jiwa. Seorang remaja yang diperkirakan baru berusia 15 tahun tewas tenggelam di area bendungan proyek yang belum rampung, tepatnya di Kampung Cijati, Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa tragis ini terjadi pada pagi hari Kamis 09/07/2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut keterangan rekan korban yang berada di lokasi, insiden nahas bermula saat korban sedang beraktivitas di dekat area bendungan proyek tersebut. Secara tidak sengaja, sandal milik korban terlepas dan jatuh ke aliran sungai di sekitar konstruksi bendungan. Korban kemudian berupaya menuruni medan untuk mengambil kembali sandalnya.

Nahas, kondisi sekitar konstruksi bendungan yang curam dan licin membuat petaka tidak dapat dielakkan. Korban terpeleset lalu jatuh ke dalam aliran sungai di area bendungan groundsill tersebut. Korban yang diduga kuat tidak memiliki kemampuan berenang langsung tenggelam dalam air hingga akhirnya insiden kehilangan nyawa di lokasi kejadian sebelum sempat diselamatkan.

Struktur bendungan penahan yang belum selesai 100% yang digarap oleh PT Indoraya Kabenteng ini dinilai warga menjadi titik rawan kecelakaan fatal karena minimnya pengamanan dan rambu peringatan. Tokoh masyarakat setempat menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas hilangnya nyawa remaja tersebut. Warga menegaskan bahwa lokasi bendungan proyek yang dibiarkan terbuka tanpa pagar pembatas sangat membahayakan keselamatan publik, terlebih bagi anak-anak dan remaja setempat.

Saat dikonfirmasi mengenai insiden ini, pihak kontraktor dari PT Indoraya Kabenteng, Cakra, via telepon menyatakan rasa dukacita yang mendalam atas musibah yang menimpa korban dan keluarganya. Pihaknya menegaskan akan segera melakukan evaluasi internal terkait sistem keamanan di area kerja. Cakra juga berjanji untuk memperketat pengawasan serta menambah rambu peringatan di sekitar area bendungan guna mengantisipasi agar warga tidak lagi beraktivitas terlalu dekat dengan zona berbahaya proyek yang sedang berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat bersama aparatur desa setempat terus mendesak pihak kontraktor pelaksana serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku instansi berwenang untuk segera merealisasikan peningkatan standar keselamatan tersebut secara nyata di lokasi pengerjaan demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.

[BHR]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sikapi Dinamika Aparat, Pemuda Patriot dan Digdaya Serukan Pemuda Nusantara Jaga Ketertiban

11 Juli 2026 - 16:14 WIB

Kasus Laporan Palsu & Dugaan Penghalang Penyelidikan, Sripatokah Didampingi Pengacara Khusus dari Jakarta

10 Juli 2026 - 22:59 WIB

ALAMI LEBAM DI SEKUJUR TUBUH, WANITA ASAL CIKARANG UTARA LAPORKAN PACAR KE POLRES METRO BEKASI!

10 Juli 2026 - 16:59 WIB

Klop! Pak Asep dan SD 02 Sukasari Klarifikasi Isu Viral “Tolak Anak Yatim”, Ternyata Ini Faktanya

7 Juli 2026 - 20:40 WIB

Pak Asep Luruskan Kabar Penolakan Siswa, Ibu Gita Sampaikan Permohonan Maaf ke Publik

7 Juli 2026 - 20:34 WIB

Trending di Beranda