
MediaPari||www.media-pari.com
BLITAR, media-pari.com – Semangat kebangkitan santri Jawa Timur kembali bergema. Saat dikunjungi oleh tim media-pari.com di pondok pesantrennya di Blitar pada Rabu (16/9/2026), Ketua Pemberdayaan UMKM Regional FORSANTRI Jawa Timur, Gus Rofiq, menyampaikan pandangan strategis mengenai masa depan organisasi yang kini telah menaungi 491 anggota aktif di wilayah Jatim.
Gus Rofiq menekankan bahwa angka 491 anggota bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi awal untuk membangun kekuatan yang jauh lebih besar.
Ia mengajak seluruh elemen pesantren—mulai dari Kiai, Santri, hingga Alumni—untuk tidak berhenti bergerak.
“Jangan berhenti di angka 491! Mari kita wujudkan 1.000, 5.000, bahkan 10.000 anggota FORSANTRI Jawa Timur. Semakin banyak yang bergabung, semakin kuat silaturahmi dan semakin besar manfaat yang dapat kita berikan,” tegas Gus Rofiq dalam keterangannya.
Ukhuwah sebagai Fondasi Peningkatan SDM
Menurut Gus Rofiq, esensi dari FORSANTRI bukan sekadar kuantitas anggota, melainkan kualitas hubungan antar-santri. Ia menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah harus menjadi mata air utama dalam setiap gerak langkah organisasi.
Persaudaraan yang erat akan menciptakan ekosistem belajar dan berbagi ilmu yang kondusif, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) santri yang unggul dan berakhlakul karimah.
“Santri Jawa Timur saatnya bersatu, bergerak, dan memberi manfaat. Bersama Kiai & Santri, kita bangun potensi, perluas jaringan, dan dorong kemandirian ekonomi umat,” ujarnya penuh semangat.
Kemandirian Ekonomi: Hak dan Kewajiban Santri Modern
Poin penting lainnya yang disampaikan Gus Rofiq adalah tentang kualitas perekonomian. Ia memandang bahwa kemandirian ekonomi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan hak yang harus diperjuangkan oleh setiap santri agar dapat hidup layak dan bermartabat.
Melalui FORSANTRI, para santri didorong untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis pesantren, mulai dari usaha mikro hingga inovasi digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.
Data terkini menunjukkan bahwa Kabupaten Sidoarjo (217 anggota) dan Kabupaten Probolinggo (187 anggota) menjadi basis terkuat FORSANTRI Jatim saat ini. Namun, Gus Rofiq berharap daerah lain, termasuk Blitar yang kini memiliki 5 anggota, dapat terus bertumbuh dan berkontribusi dalam peta kekuatan santri Jawa Timur.
Edukasi dan Harapan ke Depan
Kunjungan media-pari.com kali ini menjadi momen refleksi sekaligus akselerasi. Pesan edukatif dari Gus Rofiq jelas: FORSANTRI adalah wadah bagi santri untuk tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga cakap secara intelektual dan mandiri secara ekonomi.
Dengan tagline “Bersilaturahmi, Bersinergi, Mandiri, Memberi Manfaat”, FORSANTRI Indonesia berkomitmen mencetak generasi santri yang siap menghadapi tantangan zaman. Bagi para santri di Blitar dan sekitarnya, ini adalah panggilan untuk segera bergabung, mempererat ukhuwah, dan bersama-sama menulis sejarah kejayaan santri Nusantara.
(Fe)











