Menu

Mode Gelap
TK Dahlia Buka SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Siapkan Generasi Berbudi dan Cerdas Sejak Dini Cerdas, Visioner, Ridwan Hafiz Pemuda Yang Berani Mantapkan Diri Untuk Mencalonkan Menjadi Anggota BPD Desa Pantai Bahagia Diduga Jadi Penimbunan Solar Subsidi, Gudang di Narogong Disebut Pindahan Para Mafia BBM dari Pangkalan 7 Gelar Kompetisi Tari Se-Blitar Raya, Agus Lurah Srengat Tiket Masuk Gratis Perkuat Pertahanan Nasional Republikorp dan Baykar Teken Kerja Sama UCAV Generasi Baru JMPN Bersama Tim Hukum Merah Putih Gelar FGD Bahas KUHP dan KUHAP 2025 di Kabupaten Bekasi

Beranda

Jejak Sejarah Dakwah Udanawu Terungkap: Tiga Makam Sepuh Jalur Syekh Abu Hasan Siap Dijadikan Rute Ziarah Akbar

badge-check


					Jejak Sejarah Dakwah Udanawu Terungkap: Tiga Makam Sepuh Jalur Syekh Abu Hasan Siap Dijadikan Rute Ziarah Akbar Perbesar

MediaPari||www.media-pari.com

JawaTimur Rabu 30/04/2026

BLITAR – Jejak sejarah perjuangan para ulama penyebar agama Islam di wilayah Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, kembali terkuak. Ternyata, di kawasan tersebut terdapat satu rangkaian tempat ziarah para kiai sepuh yang memiliki hubungan sanad dan darah yang sangat erat, yakni jalur turunan dari Syekh Abu Hasan dari Kuningan.

Berdasarkan penelusuran data sejarah dan keterangan para sesepuh, yang disampaikan Ainur S.Pd terdapat tiga makam utama yang menjadi pusat dakwah awal di wilayah Gembong, Temenggungan, hingga Ringinanom.

Ketiga makam ini memiliki peran sentral dalam membentuk peradaban Islam di Udanawu.
Berikut adalah peta lengkap sejarah dan lokasi para kiai sepuh tersebut:
1. Makam KH. Imam Syafii bin KH. Abu Hasan
Lokasi: Dusun Gembong, Desa Temenggungan, Kecamatan Udanawu.
Posisi: Beliau adalah putra langsung dari Syekh Abu Hasan. KH. Imam Syafii dikenal sebagai guru besar sekaligus mertua dari Kiai As’ad Ringinanom.

Beliau menjadi ujung tombak penyebaran Islam yang menancapkan pengaruh besar di wilayah Gembong.
2. Makam Mbah Wali Gembong (Mbah Abdullah / Mbah Dullah)
Lokasi: Masih di kawasan Dusun Gembong, Desa Temenggungan.
Posisi: Disebut sebagai murid kinasih atau murid kesayangan KH. Imam Syafii. Beliau dipercaya sebagai penerus dakwah yang menjaga wilayah Gembong.

Keistimewaan: Dijuluki “Mbah Wali” karena memiliki karomah dan ilmu yang sangat diakui masyarakat. Hingga kini, makam beliau masih dirawat dengan baik oleh dzuriyah (keturunan) Mbah Dullah sendiri beserta tokoh masyarakat setempat, menjadi bukti bahwa berkah dan karomahnya masih terus dirasakan hingga generasi sekarang.

3. Makam Kiai As’ad Ringinanom
Lokasi: Di belakang Masjid Riyadlotul Mutqin, Pondok Pesantren Fathul Huda Ringinanom.
Posisi: Beliau adalah menantu langsung dari KH. Imam Syafii. Kiai As’ad dikenal sebagai tokoh yang membabat hutan dan mengembangkan wilayah Ringinanom, sehingga menjadi pusat pendidikan Islam yang besar hingga saat ini.

Peta Sanad dan Peran Strategis
Secara garis besar, hubungan ketiga tokoh besar ini dapat dilihat dalam peta sanad berikut:
KH. Abu Hasan (Kuningan)↓KH. Imam Syafii (Gembong)├─→ Mbah Wali Gembong (Murid kepercayaan, menjaga pusat Gembong)└─→ Kiai As’ad (Menantu, mengembangkan sayap ke Ringinanom)
Dusun Gembong diyakini sebagai pusat awal penyebaran Islam. Tidak heran nama “Gembong” disematkan, karena wilayah ini memang menjadi tempat para wali dan kiai sepuh “menggembongi” atau memusatkan ilmu serta dakwahnya.

Di sini makam Guru (KH. Imam Syafii) dan Murid Kesayangan (Mbah Wali) bersanding dalam satu kawasan.
Potensi Rute Haul Akbar dan Ziarah
Berdasarkan letak geografis dan sejarah yang ada, rute ziarah atau Haul Akbar ke depannya sangat ideal dan berdekatan:
Titik Awal: Tawasul di Makam KH. Imam Syafii Gembong.
Titik Kedua: Melanjutkan ke Makam Mbah Wali Gembong. Lokasinya masih satu dusun, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Titik Akhir: Konvoi menuju Makam Kiai As’ad Ringinanom di kompleks Pondok Pesantren Fathul Huda.
“Kedua tokoh ini, Mbah Wali dan Kiai As’ad, ibarat dua tangan kanan KH. Imam Syafii. Satu menjaga pusat di Gembong, satu lagi membuka wilayah baru di Ringinanom,” ungkap salah satu penelusur sejarah lokal Ainur S.pd
Harapan Menyatukan Umat
Saat ini, ketiga makam tersebut beserta makam KH. Abdul Ghofur di Mantenan masih terawat baik (urip).

Masing-masing dikelola oleh dzuriyah dan masyarakat sekitar dengan penuh tanggung jawab.
Diharapkan, kegiatan Haul atau ziarah nanti bisa menyatukan seluruh elemen. Mulai dari keluarga besar keturunan KH. Imam Syafii, keluarga Mbah Wali Gembong, hingga keluarga Kiai As’ad.
“Ini bukan sekadar ziarah, tapi menyatukan kembali ikatan sejarah antara keluarga Guru, Murid, dan Sanak Family. InsyaAllah menjadi momen rukun dan silaturahim besar bagi masyarakat Udanawu dan sekitarnya,” pungkasnya.”

 

 

(Feze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TK Dahlia Buka SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Siapkan Generasi Berbudi dan Cerdas Sejak Dini

9 Mei 2026 - 20:52 WIB

TK Dahlia Buka SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Siapkan Generasi Berbudi dan Cerdas Sejak Dini

Cerdas, Visioner, Ridwan Hafiz Pemuda Yang Berani Mantapkan Diri Untuk Mencalonkan Menjadi Anggota BPD Desa Pantai Bahagia

8 Mei 2026 - 13:24 WIB

Cerdas, Visioner, Ridwan Hafiz Pemuda Yang Berani Mantapkan Diri Untuk Mencalonkan Menjadi Anggota BPD Desa Pantai Bahagia

Diduga Jadi Penimbunan Solar Subsidi, Gudang di Narogong Disebut Pindahan Para Mafia BBM dari Pangkalan 7

8 Mei 2026 - 12:48 WIB

Diduga Jadi Penimbunan Solar Subsidi, Gudang di Narogong Disebut Pindahan Para Mafia BBM dari Pangkalan 7

Gelar Kompetisi Tari Se-Blitar Raya, Agus Lurah Srengat Tiket Masuk Gratis

8 Mei 2026 - 11:19 WIB

Gelar Kompetisi Tari Se-Blitar Raya, Agus Lurah Srengat Tiket Masuk Gratis

Perkuat Pertahanan Nasional Republikorp dan Baykar Teken Kerja Sama UCAV Generasi Baru

7 Mei 2026 - 17:57 WIB

Perkuat Pertahanan Nasional Republikorp dan Baykar Teken Kerja Sama UCAV Generasi Baru
Trending di Beranda