Perang Anggaran Memanas: ADD 2027 Dipangkas, 5.000 Aparatur Desa Siap Hadapi Pemkab Blitar Peduli Kekeringan, Ormas GIBAS Sektor Cibarusah Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Ridomanah Nilai HPS Rp7,5 Miliar, Kontrak Rp6,95 Miliar — Warga Temukan Dugaan Ketidaksesuaian Teknis di Lapangan Jombang Bersholawat: Gus Iqdam, Bupati Jombang, dan Tokoh Lintas Daerah Berkumpul di Alun-Alun Jombang Bukan Sekadar Papan Nama, Ini Jendela Transparansi — GiBM: Warga Berhak Tahu! GIBM Temukan Kejanggalan di Proyek Jalan Karangrejo: Papan Informasi Belum Terpasang

Beranda

Negara Jepang Akan Menambah Kouta PMI

badge-check

Negara Jepang Akan Menambah Kouta PMI Perbesar

Media Pari||www.media-pari.com

JAKARTA Kamis 02/10/2025

Negara Jepang membuka peluang untuk menambah kuota lowongan kerja bagi PMI pekerja migran asal Indonesia di tengah tingginya kebutuhan tenaga kerja di Negeri Sakura yang tengah menghadapi krisis demografi dan kekurangan sumber daya manusia di beragam sektor.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia “Yasushi” mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk memperbesar jumlah kuota PMI pekerja Indonesia.

Menurutnya, para pekerja asal Indonesia sangat dihargai seiring dengan minimnya jumlah pekerja terampil pada beragam bidang di Jepang.

“Kami menghadapi masalah serius kekurangan tenaga kerja di berbagai bidang, sehingga Jepang menerima lebih banyak pekerja asing. Pekerja terampil Indonesia sangat dihargai di Jepang, mereka dikenal rajin dan patuh pada aturan,” ujar Masaki dalam media briefing di Kantor Kedubes Jepang untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Masaki Yasushi menuturkan, saat ini, pekerja asal Indonesia banyak bekerja di sektor perawatan, keperawatan, rumah sakit, perikanan, hingga jasa perhotelan. Namun, menurutnya pemerintah Jepang mulai membuka peluang lebih luas di sektor lain, seperti transportasi dan pertanian.

Menurut Masaki Yasushi pemerintah, perusahaan, hingga organisasi terkait di Jepang memperkuat koordinasi untuk meningkatkan jumlah pekerja asal Indonesia.

Di sisi lain, dia juga tidak memungkiri pekerja asal Indonesia juga akan berkompetisi dengan negara lain seperti Bangladesh atau India.

“Memang ada kompetisi dengan negara lain seperti India atau Bangladesh, tetapi Indonesia punya keunggulan yang baik,” jelasnya.

“Masuki Yasushi” melanjutkan, bahwa kerja sama pengiriman tenaga kerja ini tidak hanya untuk kepentingan Jepang semata.

Masaki Yasushi mengatakan, pekerja yang kembali setelah berkarir di Jepang akan dapat berkontribusi pada pembangunan di Indonesia,imbuhnya.

“Ketika kembali, mereka sudah lebih terampil dan bisa berkontribusi pada pembangunan di Indonesia.

Bahkan, bisa bekerja sama dengan perusahaan Jepang di sini. Jadi, manfaatnya timbal balik,”jelasnya

 

(Feze)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perang Anggaran Memanas: ADD 2027 Dipangkas, 5.000 Aparatur Desa Siap Hadapi Pemkab Blitar

15 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Peduli Kekeringan, Ormas GIBAS Sektor Cibarusah Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Ridomanah

15 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Nilai HPS Rp7,5 Miliar, Kontrak Rp6,95 Miliar — Warga Temukan Dugaan Ketidaksesuaian Teknis di Lapangan

14 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Jombang Bersholawat: Gus Iqdam, Bupati Jombang, dan Tokoh Lintas Daerah Berkumpul di Alun-Alun Jombang

13 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Bukan Sekadar Papan Nama, Ini Jendela Transparansi — GiBM: Warga Berhak Tahu!

13 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Trending di Beranda