Media Pari||www.media-pari.com
Jawa Barat Sabtu 25/04/2026

Bekasi – Partisipasi pemuda dalam pemerintahan desa kembali menjadi sorotan. Pemuda asal Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Syamsul Ma’arif, yang mewakili Dusun 1, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di wilayahnya.
Langkah Syamsul dinilai sebagai bagian dari meningkatnya kesadaran politik di tingkat desa, khususnya di kalangan pemuda yang ingin terlibat langsung dalam proses pengambilan kebijakan. Ia menyebut langkahnya bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan panggilan untuk terlibat langsung dalam pembangunan desa.
Sebagai sosok pemuda yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, Syamsul, memiliki komitmen kuat untuk menjadi jembatan antara aspirasi warga dan kebijakan pemerintah desa. Ia percaya bahwa kemajuan desa tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat di dalamnya.
Menurut Syamsul, BPD memiliki peran strategis dalam sistem pemerintahan desa. Lembaga tersebut berfungsi membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.
“Anggota BPD butuh keterwakilan pemuda. Kami bagian dari masyarakat yang juga memiliki gagasan dan energi untuk mendorong perubahan,” ujar Syamsul
Ia menilai sejumlah isu desa saat ini berkaitan erat dengan generasi muda, mulai dari lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi kreatif, hingga literasi digital dan ruang partisipasi sosial.
“Kalau pemuda tidak masuk dalam ruang pengambilan keputusan, suara mereka akan tetap berada di luar musyawarah,” katanya.
(Red)









