Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa? MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

Beranda

Dugaan Suap Terkait Penutupan Parit di Kawasan Perumahan Kinandani Resident Warga RT 05 RW 17 Meminta Pemerintah Pekan Baru Ambil Tindakan

badge-check

Dugaan Suap Terkait Penutupan Parit di Kawasan Perumahan Kinandani Resident Warga RT 05 RW 17 Meminta Pemerintah Pekan Baru Ambil Tindakan Perbesar

 

Media Pari||www.media-pari.com
Pekan Baru Rabu 12/11/2025.

Sejumlah warga di RT 05 RW 17 Kota

Pekanbaru Keluhkan atas seringnya terjadi banjir di kawasan Pemukiman, Warga menduga persoalan ini berkaitan dengan praktik suap antara pihak pengembang perumahan Kinandani Resident, dan oknum perangkat lingkungan, yang diduga mengakibatkan penutupan saluran parit di sekitar perumahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa warga yang enggan disebutkan namanya, banjir kerap terjadi setiap kali hujan deras mengguyur. Penyebabnya diduga akibat tertutupnya aliran parit di Jalan Kakap tepat di akses masuk ke kawasan perumahan.
Menurut warga, seharusnya pengembang membuat gorong-gorong untuk memperlancar aliran air, namun justru area tersebut ditutup sehingga air meluap dan menggenangi permukiman.

> “Setiap hujan lebat, kami pasti kebanjiran. Masalah ini sudah lama kami sampaikan ke pihak lingkungan, tapi belum ada tindakan,” ujar salah seorang warga kepada wartawan.

 

Selain parit di pintu masuk perumahan, warga juga mengeluhkan hambatan aliran air di luar pagar sebuah usaha pembibitan kelapa sawit di sekitar lokasi, yang disebut milik warga berinisial ( S )sempat juga kita konfirmasi lansung ke lokasi pembibitan yg hanya kita jumpai seorang pekerja menanyakan lansung prihal banjir tersebut malah mengarahkan ke perumahan, dan kita coba komfirmasi dan klarifikasi, kepada pemilik pembibitan sawit melalui handphone via WA tapi tidak merespon. Kondisi tersebut memperparah genangan dan memperluas area terdampak saat hujan turun.

Beberapa warga menduga lambatnya penanganan permasalahan ini disebabkan adanya “main mata” antara Oknum pihak lingkungan dengan pengembang. Dugaan adanya praktik “suap kanan-kiri” pun muncul, karena keluhan warga tidak kunjung ditanggapi secara serius.
Namun hingga berita ini diterbitkan, dugaan tersebut belum terbukti dan masih sebatas Dugaan pernyataan dari warga.

Ketika dikonfirmasi, pihak RT dan pengembang yang disebut belum memberikan tanggapan resmi. Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan Keluhan, baik secara lisan maupun tertulis, namun belum melihat adanya tindak lanjut di lapangan.

Masyarakat berharap pemerintah kelurahan tuah karya serta aparat penegak hukum dapat turun tangan menindaklanjuti pengaduan ini. Mereka meminta agar dilakukan evaluasi terhadap sistem drainase kawasan dan penyelidikan terhadap dugaan praktik yang menghambat penanganan masalah lingkungan.

> “Kami hanya ingin wilayah kami tidak lagi kebanjiran setiap hujan. Jalan masuk perumahan juga sudah rusak karena air sering menggenang. Tolong pemerintah turun tangan,” harap warga lainnya.

 

Warga berharap persoalan ini dapat segera mendapat perhatian dari instansi terkait agar solusi permanen dapat ditemukan dan kawasan mereka terbebas dari genangan banjir yang terus berulang.

(Agus ch.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Asap Kalimantan Kembali Pekat, Kenapa Kita Lupa “Bola Ajaib” Pemadam Api Karya Anak Bangsa?

1 September 2026 - 01:13 WIB

MEMASUKI HARI KE-6, PEMDES SIRNAJATI IMBAU KPM AMBIL BANSOS SEBELUM JUMAT

31 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Trending di Beranda