

Media Pari||www.media-pari.com
Bekasi Selasa 28/04/2026.
kejadian bermula ketika KRL Commuter Line menabrak taksi sehingga posisinya terhenti, sekitar pukul 20.40 WIB
Saat KRL itu berhenti, KA Argo Bromo rute Gambir-Surabaya menabrak dari belakang.
Keterangan Franoto dikuatkan penuturan saksi mata.
Munir, seorang penumpang KRL Commuter Line, mengatakan, kejadian itu bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Kereta itu berhenti cukup lama lantaran beberapa ratus meter dari stasiun, KRL Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak satu unit mobil taksi. Posisi mobil itu melintang di tengah perlintasan rel sehingga kereta tidak bisa melaju.

Saat KRL Commuter Line menuju Cikarang menunggu di stasiun, dari arah belakang KA Argo Bromo Anggrek menghantam KRL di stasiun tersebut.
Sejumlah saksi mata menyebutkan gerbong perempuan yang terletak di bagian paling belakang rangkaian KRL Commuter Line adalah yang terdampak paling parah.
“Gerbong di bagian wanita hampir setengah dimasuki kepala kereta jarak jauh,” kata saksi mata bernama Maksus di kutip dari medsos yang beredar
Riska, salah satu penumpang di gerbong tujuh mengatakan kejadiannya sedemikian mendadak. Gerbong yang ia naiki terguncang hebat saat kecelakaan terjadi. Banyak penumpang kemudian berteriak histeris dan berupaya menyelamatkan diri.

Dalam unggahannya di Instagram dan Facebook, Selasa (28/4/2026), Green SM Indonesia membenarkan bahwa “taksi hijau” itu adalah miliknya.
Saat di konfirmasi Green SM Indonesia mengatakan tengah berkoordinasi secara aktif dengan pihak berwenang.
Atas insiden ini Korban meninggal dunia akibat tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04) malam, bertambah menjadi 15 orang.
“Total korban 91 orang dengan rincian korban hidup 76 orang dan korban meninggal dunia 15 orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Selasa (28/04).
Dari 15 korban tewas, 10 di antaranya dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Adapun 84 korban luka-luka tengah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
Mereka antara lain dirawat di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Semua korban meninggal dan luka-luka adalah berjenis kelamin perempuan yang merupakan penumpang KRL.
Hal ini karena rangkaian KRL yang paling terdampak adalah gerbong khusus perempuan.
Sementara itu seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang sudah dievakuasi dalam kondisi selamat,
Adapun pihak Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka dan permohonan maaf kepada pelanggan.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.
(Red)









