MediaPari||www.media-pari.com

Kabupaten Bekasi Jumat 14/08/2026
Bekasi – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dirancang untuk meningkatkan kualitas rumah bagi masyarakat, kini malah menjadi ajang penyalahgunaan dana yang merugikan rakyat. Alih-alih memberikan manfaat maksimal, dana yang dikucurkan melalui program ini terpangkas oleh oknum pendamping yang memanfaatkan posisi mereka untuk meraup keuntungan pribadi, memperburuk kondisi yang seharusnya dibantu.
Salahsatu penerima BSPS mengungkapkan bahwa bantuan yang diterima tidaklah dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa barang-barang kebutuhan untuk pembangunan rumah, dan nota bon matrialnya pun tidak ada, selain itu penerima bantuan BSPS harus menanggung matrial yang rumah nya belum sampai selesai.
“Saya hanya mengisi list matrial yang di perlukan, dan saya tidak tau tentang anggaran yang masuk, karena saya tidak di kasih buku tabungannya, jujur pak saya nombok besar untuk merapihkan rumah saya karena bantuan yang diterima tidak cukup”, ujar salah satu penerima bantuan berinisal A yang berada di wilayah Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, Jumat (14 Agustus 2026)
Dalam kesepatan yang lain awak media menghubungi salahsatu matrial yang memasok kebutuhan matrial program BSPS via telepon, dalam keterangannya, saya hanya memasok matrial 19 rumah untuk program BSPS yang berada di wilayah Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, dan benar adanya saya dari pihak matrial memeberikan fee untuk pengurus program BSPS sebesar Rp. 1000.000,- ( Satu Juta Rupiah ) untuk 1 rumah kepada pengurus salahsatu anggota partai PKB, dan saya dari pihak matrial tidak memegang buku tabungan penerima bantuan BSPS, ujarnya.
Dalam penelusuran investigasi tim awak media program BSPS yang sedang berjalan di Kecamatan Pebayuran diduga dari 5 Desa ada kurang lebih sekitar 65 penerima manfaat program BSPS, jika di kalikan 1 juta fee dari matrial sudah sekitar Rp. 65.000.000.- (Enam Puluh Lima Juta Rupiah) angka yang sangat fantastis.
Menanggapi hal ini Ketua Umum Jurnalis Merah Putih Nusantara Raja Simatupang mengecam keras adanya praktik kotor dalam progam BSPS, saya miris dengarnya tentang adanya oknum anggota partai PKB yang diduga bermain kotor dalam program ini, hal ini bisa mengurangi standart kualitas matrial, dan saya menduga kuat praktik busuk ini sudah di rencanakan dan kesepakatan kepada pihak matrial, dan yang saya heran kenapa buku tabungan tidak di berikan ke pemilik atau penerima bantuan, dan penerima bantuan tidak mendapatkan bon pembelanjaannya, ada apa ini?. Dalam dekat ini tim kami akan turun untuk memperdalami dugaan praktik busuk ini, saya akan kumpulkan semua bukti, sampai terkumpul bukti yang cukup untuk kami laporkan kepihak yang berwajib.(Tim/red)










