Menu

Mode Gelap
Kado Nyata Hari Bhayangkara ke-80 : Piket Unit Harda Polres Bekasi Sigap Terima Laporan Aksi DC yang Resahkan Warga di Area Medis Apakah Menerima Ganti Rugi Pembangunan CV Super Top Melanggar Hukum? Di Tengah Adu Klaim Ninik Mamak dan PT Gersindo, Kementerian HAM Memilih Menjemput Fakta di Lapangan Polres Madiun Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, 77 Personel Resmi Naik Pangkat Atribut Balon Kades Sindangmulya Dirusak Oknum Misterius Orang Tua Keluhkan Sistem Penerimaan Murid Baru di SMPN 03 Serba, Tuntut Transparansi dan Evaluasi

Beranda

Orang Tua Keluhkan Sistem Penerimaan Murid Baru di SMPN 03 Serba, Tuntut Transparansi dan Evaluasi

badge-check


					Orang Tua Keluhkan Sistem Penerimaan Murid Baru di SMPN 03 Serba, Tuntut Transparansi dan Evaluasi Perbesar

 

MediaPari||www.media-pari.com
Kabupaten Bekasi Senin 30/06/2026.
Serang Baru- Dampak kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru mewarnai area depan SMPN 03 Serba, Puluhan orang tua calon siswa untuk mendaftar kan anak nya, keluhan terkait rumitnya regulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Para wali murid merasa dirugikan dan kesulitan mengakses sistem pendaftaran, terutama terkait aturan zonasi dan kendala teknis online. Laek Naga, salah satu perwakilan orang tua, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebutkan bahwa anaknya memiliki nilai akademik yang sangat baik, namun terancam tidak lolos ke sekolah tersebut karena jarak rumah yang berada Tidak begitu jauh dari radius zonasi yang ditetapkan.

“Kami mendukung niat pemerintah untuk pemerataan pendidikan, tetapi sistem ini justru mematikan motivasi anak kami yang sudah belajar keras. Nilai tinggi kalah dengan jarak,” keluh laek naga dengan nada kecewa.

Selain masalah zonasi, kendala teknis juga menjadi sorotan utama, Banyak orang tua yang mengeluhkan sistem pendaftaran online yang kerap mengalami gangguan (server down) dan proses verifikasi berkas yang membingungkan.

Hal ini menyebabkan di sekolah sejak pagi hari para orang tua terpaksa menunggu, meminta bantuan panitia lokal, Pihak sekolah melalui panitia penerimaan sempat memberikan penjelasan mengenai pedoman kuota yang telah diatur oleh Dinas Pendidikan.

Namun, penjelasan tersebut dirasa belum memberikan solusi konkret bagi para orang tua yang anaknya belum mendapatkan kepastian sekolah.Menanggapi gejolak ini, para orang tua mendesak pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem yang berlaku.

Mereka berharap adanya kebijakan yang lebih adil dan fleksibel, yang tidak hanya mengandalkan jarak, tetapi juga memberikan ruang apresiasi bagi siswa berprestasi agar tidak ada anak yang putus sekolah atau terpaksa masuk ke sekolah swasta dengan biaya tinggi.

[BHR]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kado Nyata Hari Bhayangkara ke-80 : Piket Unit Harda Polres Bekasi Sigap Terima Laporan Aksi DC yang Resahkan Warga di Area Medis

30 Juni 2026 - 20:47 WIB

Apakah Menerima Ganti Rugi Pembangunan CV Super Top Melanggar Hukum?

30 Juni 2026 - 19:18 WIB

Di Tengah Adu Klaim Ninik Mamak dan PT Gersindo, Kementerian HAM Memilih Menjemput Fakta di Lapangan

30 Juni 2026 - 16:09 WIB

Atribut Balon Kades Sindangmulya Dirusak Oknum Misterius

30 Juni 2026 - 15:55 WIB

PAC LBH PARI Cibarusah Dilantik, Anton Tri M. Resmi Jadi Ketua

30 Juni 2026 - 13:37 WIB

Trending di Article Hukum LFIBH