Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01 KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru Patut Dipertanyakan, Diduga Perusahaan Memperkerjakan TNI Aktif Sebagai Security

Beranda

Orang Tua Keluhkan Sistem Penerimaan Murid Baru di SMPN 03 Serba, Tuntut Transparansi dan Evaluasi

badge-check

Orang Tua Keluhkan Sistem Penerimaan Murid Baru di SMPN 03 Serba, Tuntut Transparansi dan Evaluasi Perbesar

 

MediaPari||www.media-pari.com
Kabupaten Bekasi Senin 30/06/2026.
Serang Baru- Dampak kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru mewarnai area depan SMPN 03 Serba, Puluhan orang tua calon siswa untuk mendaftar kan anak nya, keluhan terkait rumitnya regulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Para wali murid merasa dirugikan dan kesulitan mengakses sistem pendaftaran, terutama terkait aturan zonasi dan kendala teknis online. Laek Naga, salah satu perwakilan orang tua, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebutkan bahwa anaknya memiliki nilai akademik yang sangat baik, namun terancam tidak lolos ke sekolah tersebut karena jarak rumah yang berada Tidak begitu jauh dari radius zonasi yang ditetapkan.

“Kami mendukung niat pemerintah untuk pemerataan pendidikan, tetapi sistem ini justru mematikan motivasi anak kami yang sudah belajar keras. Nilai tinggi kalah dengan jarak,” keluh laek naga dengan nada kecewa.

Selain masalah zonasi, kendala teknis juga menjadi sorotan utama, Banyak orang tua yang mengeluhkan sistem pendaftaran online yang kerap mengalami gangguan (server down) dan proses verifikasi berkas yang membingungkan.

Hal ini menyebabkan di sekolah sejak pagi hari para orang tua terpaksa menunggu, meminta bantuan panitia lokal, Pihak sekolah melalui panitia penerimaan sempat memberikan penjelasan mengenai pedoman kuota yang telah diatur oleh Dinas Pendidikan.

Namun, penjelasan tersebut dirasa belum memberikan solusi konkret bagi para orang tua yang anaknya belum mendapatkan kepastian sekolah.Menanggapi gejolak ini, para orang tua mendesak pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem yang berlaku.

Mereka berharap adanya kebijakan yang lebih adil dan fleksibel, yang tidak hanya mengandalkan jarak, tetapi juga memberikan ruang apresiasi bagi siswa berprestasi agar tidak ada anak yang putus sekolah atau terpaksa masuk ke sekolah swasta dengan biaya tinggi.

[BHR]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Krisis Polusi Udara di Gandus dan Tangga Buntung Palembang Memicu Polemik, Warga Tuntut Hak Konstitusional

30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Warga Kampung Cibogo Tegal Desa Sindangmulya Mengeluh, Bantuan Beras Pemerintah Diduga Dipungut Rp 20 Ribu per KPM oleh Oknum RT 01

29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

KPK Orak-Arik Disdik Kabupaten Bogor, LSM KCBI: ‘Penggeledahan Ini Cuma Pintu Masuk, Seret Aktor Intelektualnya

29 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Jiwa Nasionalisme Menggema di Jombang: Prabowo Tegaskan NU Pilar Utama Berdirinya NKRI, FORSANTRI Jatim Tunjukkan Soliditas Santri

29 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Diduga Bansos Menjadi Alat Politik Untuk Pengaruhi Pilihan Warga, Hal ini Menjadi Sorotan Menjelang Pilkades Karang Baru

28 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Trending di Beranda