Menu

Mode Gelap
Viral Surat Penonaktifan Ketua RT dan RW Di Bekasi Jelang Pilkades Pengamat Sebut Maladministrasi Sadis !!! Ketua RT Dan RW Di Pecat Di Duga Sentimen Politik Ketum DPP AKJII Terpilih Agus Yusuf masa bakti 2026-2031 Ancam Kesehatan Warga Jaya Mulya  Keluhkan, Keberadaan Kandang Ayam Di Tengah Tempat Tinggal Mereka JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN Ingsun Titip Tajug lan Faqir Miskin (Aku titip masjid dan fakir miskin) Sunan Gunung Djati Viral Perjanjian Atas Kemenangan Menjadi Caleg Kembali Di Tanyakan Konpensasinya !!!

Beranda

Tungsten Carbide-Nikel Apakah Magnetik atau Non-magnetik?

badge-check


					Tungsten Carbide-Nikel Apakah Magnetik atau Non-magnetik? Perbesar

Media Pari||www.media-pari.com
Kabupaten Bekasi  Jumat 27/05/2025.

Tungsten carbide, juga disebut cemented carbide, terdiri dari bubuk tungsten carbide dan bubuk pengikat. Bubuk pengikat dapat berupa bubuk kobalt atau bubuk nikel. Ketika kami menggunakan bubuk kobalt sebagai pengikat dalam pembuatan produk tungsten karbida, kami akan melakukan uji magnetik kobalt untuk memeriksa jumlah kobalt dalam tungsten karbida. Jadi sudah pasti tungsten carbide-cobalt bersifat magnetis. Namun, tungsten karbida-nikel tidak bersifat magnetis.

Anda mungkin merasa itu sulit dipercaya pada awalnya. Tapi itu benar. Tungsten carbide-nikel adalah jenis bahan non-magnetik dengan ketahanan benturan yang baik. Pada artikel ini, saya ingin menjelaskan hal ini kepada Anda.

Sebagai logam murni, kobalt dan nikel bersifat magnetis. Setelah pencampuran, pengepresan, dan sintering dengan bubuk tungsten karbida, tungsten karbida-kobalt masih bersifat magnetis, tetapi tungsten karbida-nikel tidak. Ini karena atom tungsten memasuki kisi nikel dan mengubah spin elektron nikel. Kemudian putaran elektron tungsten karbida dapat dibatalkan. Jadi, tungsten carbide-nikel tidak dapat ditarik oleh magnet. Dalam kehidupan kita sehari-hari, stainless steel juga menerapkan prinsip ini.

Apa itu spin elektron? Spin elektron adalah salah satu dari tiga sifat yang melekat pada elektron. Dua sifat lainnya adalah massa dan muatan elektron.

Sebagian besar zat terdiri dari molekul, molekul terdiri dari atom, dan atom terdiri dari inti dan elektron. Dalam atom, elektron terus berputar dan berputar di sekitar inti. Pergerakan elektron ini dapat menciptakan magnetisme. Pada beberapa zat, elektron bergerak ke arah yang berbeda, dan efek magnetik dapat dihilangkan sehingga zat ini tidak bersifat magnetis dalam keadaan normal.

Namun, beberapa zat feromagnetik seperti besi, kobalt, nikel, atau ferit berbeda. Putaran elektron mereka dapat diatur dalam rentang kecil untuk membentuk domain magnetik. Inilah sebabnya mengapa kobalt dan nikel murni bersifat magnetis dan dapat ditarik oleh magnet.

Pada tungsten karbida-nikel, atom tungsten mempengaruhi putaran elektron nikel, sehingga tungsten karbida-nikel tidak magnetis lagi.

Menurut banyak hasil ilmiah, tungsten karbida-nikel memiliki ketahanan korosi dan ketahanan oksidasi yang lebih tinggi daripada tungsten karbida-kobalt. Dalam sintering, nikel dapat membentuk fase cair dengan mudah, yang dapat memberikan kemampuan basah yang lebih baik pada permukaan tungsten carbide. Terlebih lagi, biaya nikel lebih rendah daripada kobalt.

 

[BHR]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Surat Penonaktifan Ketua RT dan RW Di Bekasi Jelang Pilkades Pengamat Sebut Maladministrasi

19 April 2026 - 22:45 WIB

Viral Surat Penonaktifan Ketua RT dan RW Di Bekasi Jelang Pilkades Pengamat Sebut Maladministrasi

Sadis !!! Ketua RT Dan RW Di Pecat Di Duga Sentimen Politik

19 April 2026 - 22:36 WIB

Sadis !!! Ketua RT Dan RW Di Pecat Di Duga Sentimen Politik

Ketum DPP AKJII Terpilih Agus Yusuf masa bakti 2026-2031

19 April 2026 - 22:21 WIB

Ketum DPP AKJII Terpilih Agus Yusuf masa bakti 2026-2031

Ancam Kesehatan Warga Jaya Mulya  Keluhkan, Keberadaan Kandang Ayam Di Tengah Tempat Tinggal Mereka

19 April 2026 - 20:13 WIB

Ancam Kesehatan Warga Jaya Mulya  Keluhkan, Keberadaan Kandang Ayam Di Tengah Tempat Tinggal Mereka

JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN Ingsun Titip Tajug lan Faqir Miskin (Aku titip masjid dan fakir miskin) Sunan Gunung Djati

19 April 2026 - 11:01 WIB

JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN Ingsun Titip Tajug lan Faqir Miskin (Aku titip masjid dan fakir miskin) Sunan Gunung Djati
Trending di Beranda